Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Hentikan Impor Mobil, Fokus Produksi Lokal Subang

BYD Indonesia resmi menghentikan impor mobil setelah pabrik di Subang beroperasi penuh, dengan fokus memasarkan produk lokal seperti Atto 1 dan M6 DM.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Hentikan Impor Mobil, Fokus Produksi Lokal Subang
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif elektrik BYD Motor Indonesia mengumumkan penghentian total impor kendaraan roda empat mulai setelah pabrik produksi di Subang, Jawa Barat, beroperasi secara penuh. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem produksi dalam negeri, dengan seluruh model yang dipasarkan kini berasal dari fasilitas lokal.

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektar dan menyerap investasi Rp11,6 triliun ini kini telah memproduksi dua model utama, yakni Atto 1 dan M6 DM. Rencananya, dua model lain—M6 EV dan Denza D9—akan segera dirakit secara lokal dalam waktu dekat, menandai peningkatan kapasitas produksi yang telah disiapkan.

Saat ini, produk BYD yang belum diproduksi dalam negeri tetap berupa Dolphin, Atto 3, Seal, dan Sealion 7, yang masih masuk melalui jalur impor. Namun, sisa stok dari model-model tersebut yang masih tersedia di dealer akan dibiarkan terjual hingga habis, tanpa ada pengisian ulang dari luar negeri.

Kepala Hubungan Publik dan Pemerintahan BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa penghentian impor merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi industri otomotif lokal. Ia menekankan bahwa fokus utama kini adalah model dengan potensi volume tinggi, yang dapat mendukung pertumbuhan produksi hingga kapasitas maksimal 150.000 unit per tahun.

Dengan adanya pabrik di Subang, BYD Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap kedaulatan industri dan kemandirian produksi kendaraan listrik. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong industri dalam negeri dan menurunkan ketergantungan pada impor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya