Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Wajib Produksi 92.000 Mobil Listrik Lokal

Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan kewajiban produksi lokal sebanyak 92.000 unit hingga akhir 2027, sesuai komitmen insentif impor mobil listrik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BYD Wajib Produksi 92.000 Mobil Listrik Lokal
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, telah beroperasi penuh sebagai bagian dari program insentif impor mobil listrik yang diterapkan sejak 2024. Sebagai peserta program, perusahaan wajib memenuhi kewajiban produksi lokal sebanyak 92.000 unit mobil listrik dalam periode 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027. Jumlah ini sesuai dengan kuota impor yang diberikan pemerintah, meskipun total kuota yang diberikan mencapai 100.000 unit selama dua tahun.

Komitmen produksi tersebut merupakan syarat utama untuk menikmati insentif tarif bea masuk 0 persen dari sebelumnya 50 persen dan PPnBM 0 persen dari 15 persen. Dengan insentif ini, beban pajak yang dibayar pemerintah pusat hanya 12 persen, jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang mencapai 77 persen. Program ini diatur melalui Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023, Peraturan Menteri Investasi Nomor 1/2024, dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024.

Produksi lokal harus sesuai dengan spesifikasi mobil impor yang mendapat insentif, termasuk kapasitas baterai dan motor listrik yang tidak boleh diubah. Hal ini menjamin konsistensi kualitas dan teknologi antara produk impor dan lokal. BYD menegaskan bahwa pabriknya di Subang dirancang untuk menyerap tenaga kerja hingga 20.000 orang dan mampu menghasilkan hingga 150.000 unit per tahun, mendukung target produksi nasional.

Menurut perwakilan perusahaan, produksi lokal akan terpenuhi dalam dua tahun ke depan, berdasarkan tren penjualan yang terus meningkat. Perusahaan juga telah menyiapkan jaminan bank untuk menanggung kewajiban jika tidak mampu memenuhi target. Dengan progres yang telah dicapai, BYD optimistis dapat menyelesaikan utang produksi sesuai jadwal tanpa kendala signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya