Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cadangan BBM Nasional Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Pemerintah memastikan stok BBM dalam kondisi aman hingga lebih dari 20 hari, termasuk pertalite yang mencapai 16–18 hari cadangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 68x dibuka
Cadangan BBM Nasional Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi memperkuat keyakinan publik dengan menyatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap stabil di tengah ketegangan geopolitik global. Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok pertalite tersedia hingga 16 hingga 18 hari, sementara BBM lain seperti RON 92, RON 95, dan RON 98 memiliki cadangan lebih dari 20 hari. Solar pun diklaim memiliki persediaan yang cukup melebihi ambang batas 20 hari, menunjukkan kesiapan sistem logistik energi dalam menghadapi tekanan pasar internasional.

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat proses ratifikasi Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), dengan target implementasi mulai awal 2027. Upaya ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi produk unggulan Indonesia ke pasar Eropa. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan Uni Eropa serta persiapan hukum dan operasional yang matang agar manfaat perjanjian dapat dirasakan oleh pelaku usaha sejak dini.

Seiring dengan itu, Danantara Indonesia menyatakan rencana menambah kepemilikan saham di perusahaan milik negara (BUMN) yang tercatat di bursa saham. Langkah ini akan difokuskan pada emiten dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan menjanjikan. Strategi ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi portofolio investasi Danantara Investment, yang mengambil peluang di tengah dinamika pasar modal dalam negeri.

Pemerintah juga mempercepat penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di wilayah 3T. Inisiatif ini dilandasi arahan Presiden untuk memperluas cakupan pelayanan gizi, khususnya di daerah terpencil dan terluar. Penyediaan fasilitas pelayanan gizi secara bertahap diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan manusia berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan pesisir, program perlindungan Pantai Utara (Pantura) Jawa resmi diluncurkan. Program ini menggabungkan pembangunan infrastruktur fisik dengan solusi berbasis alam seperti penanaman vegetasi pesisir dan pemulihan ekosistem. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi dan penurunan tanah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya