Cegah Puso Akibat El Nino, Pemerintah Perkuat Mitigasi di Lahan Sawah
Pemerintah optimistis dampak El Nino terhadap pertanian pada 2026 bisa ditekan, dengan target gagal panen hanya 18 ribu hektare, lebih rendah dari tahun 2023.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 20.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Pertanian melaporkan bahwa luas lahan pertanian yang mengalami puso pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 18 ribu hektare, angka yang lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 25 ribu hektare. Penurunan ini dianggap hasil dari upaya mitigasi yang telah dipersiapkan sejak awal, terutama melalui peningkatan akses air melalui pompanisasi dan perbaikan sistem irigasi di area rawan kekeringan.
Upaya strategis ini dilakukan secara masif di sentra-sentra produksi padi, termasuk wilayah seperti Subang, Jawa Barat, yang menjadi pusat pengamatan kebijakan pertanian nasional. Menteri Pertanian menegaskan bahwa kesiapan jauh sebelum musim kering berdampak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional meski menghadapi fenomena El Nino.
Selain infrastruktur air, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan metode pertanian modern seperti Program Mekanisasi dan Pengelolaan Tanah (PM AAS), yang mampu meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 ton per hektare menjadi 10 ton, bahkan hingga 11 ton pada beberapa lokasi. Penggunaan benih unggul yang tahan kekeringan juga menjadi bagian penting dari strategi mitigasi tersebut.
Hingga bulan Oktober 2026, produksi beras nasional telah mencapai lebih dari 31,4 juta ton. Dengan proyeksi tambahan produksi sekitar 1,5 juta ton hingga akhir tahun, pemerintah meyakini bahwa penurunan produksi akibat El Nino akan terjadi dalam kisaran yang sangat terbatas, bahkan bisa diabaikan secara nasional.
Pendekatan komprehensif yang melibatkan teknologi, manajemen air, dan perbaikan produktivitas ini menjadi bukti kesiapan sistem pertanian Indonesia menghadapi tantangan iklim. Dengan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, pemerintah yakin produksi pangan tetap terjaga meski kondisi cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Masyarakat kini bisa perpanjang STNK tanpa KTP pemilik lama, dengan aturan sementara berlaku hingga akhir 2026.
10 September 2026

BUK Migas Didesain sebagai Entitas Kuat untuk Perkuat Energi Nasional
Revisi UU Migas tengah berjalan dengan fokus pada struktur BUK Migas yang dirancang sebagai entitas khusus untuk mengelola hulu migas secara profesional dan mandiri.
10 September 2026

Menghidupkan Era 70-an, Usulan BUK Migas Kuatkan Peran Negara
DPR dan pakar usulkan pembentukan BUK Migas di bawah Presiden untuk perkuat penguasaan negara dan tingkatkan produksi minyak nasional seperti era 1970-an.
10 September 2026

Pemerintah Siap Uji Coba Rekening Gratis Mulai Kuartal I 2027
Program rekening gratis bagi warga berusia 17 tahun ke atas akan diuji coba pada kuartal pertama tahun depan, dengan fokus pada inklusi keuangan dan penyaluran bansos secara langsung.
10 September 2026
Berita Lainnya

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Kamis, 10 September 2026, 15.49 WITA

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


