China Bantah Kaitan dengan Banjir Bandang Nepal-Tibet
China menolak tuduhan bahwa proyek hidroelektrik di Tibet menjadi penyebab banjir bandang di perbatasan Nepal, sambil menegaskan dukungan kemanusiaan dan kerja sama teknis.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 07.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China secara tegas membantah klaim yang menyebut proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah Tibet sebagai penyebab banjir bandang dahsyat di kawasan perbatasan Nepal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menegaskan bahwa hasil analisis dari para ahli dan lembaga resmi di kedua negara menunjukkan bahwa bencana tersebut bermula dari runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal, yang kemudian memicu tanah longsor dan gelombang air besar. Ia menekankan bahwa tuduhan terhadap proyek China tidak berdasar dan menyerukan penilaian yang objektif terhadap peristiwa alam ini.
Dalam konferensi pers rutin, Guo menyebut bahwa Beijing telah menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan mengirim bantuan darurat berupa dana dan logistik. Sebanyak 50 ton bantuan bencana telah tiba di Kathmandu, sementara dua tim ahli dari China juga diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu operasi penyelamatan. Selain itu, China telah berbagi data penting seperti citra satelit, informasi hidrologi, dan peringatan dini terkait danau penghalang di hulu sungai, sebagai bentuk kerja sama teknis dengan Nepal.
Meski menolak keterlibatan langsung dalam kejadian tersebut, sejumlah pakar seperti Brahma Chellaney, ahli geostrategi asal India, mengakui bahwa meskipun peristiwa awal bersifat alamiah, modifikasi ekosistem dan infrastruktur di wilayah hulu Tibet berpotensi memperparah dampak bencana di hilir. Ia menekankan bahwa aktivitas China di hulu tidak memicul longsor gletser, tetapi dapat memengaruhi intensitas dan jangkauan kerusakan yang terjadi di wilayah Nepal.
Kebijakan China dalam membagikan data dan mendukung upaya penanganan bencana dianggap sebagai langkah konstruktif dalam membangun kepercayaan regional. Keterbukaan informasi dan kerja sama lintas batas diharapkan dapat mencegah misinformasi dan meningkatkan kapasitas mitigasi risiko bencana di wilayah rawan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


