Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Bantah Kaitan dengan Banjir Bandang Nepal-Tibet

China menolak tuduhan bahwa proyek hidroelektrik di Tibet menjadi penyebab banjir bandang di perbatasan Nepal, sambil menegaskan dukungan kemanusiaan dan kerja sama teknis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 07.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Bantah Kaitan dengan Banjir Bandang Nepal-Tibet
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China secara tegas membantah klaim yang menyebut proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah Tibet sebagai penyebab banjir bandang dahsyat di kawasan perbatasan Nepal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menegaskan bahwa hasil analisis dari para ahli dan lembaga resmi di kedua negara menunjukkan bahwa bencana tersebut bermula dari runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal, yang kemudian memicu tanah longsor dan gelombang air besar. Ia menekankan bahwa tuduhan terhadap proyek China tidak berdasar dan menyerukan penilaian yang objektif terhadap peristiwa alam ini.

Dalam konferensi pers rutin, Guo menyebut bahwa Beijing telah menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan mengirim bantuan darurat berupa dana dan logistik. Sebanyak 50 ton bantuan bencana telah tiba di Kathmandu, sementara dua tim ahli dari China juga diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu operasi penyelamatan. Selain itu, China telah berbagi data penting seperti citra satelit, informasi hidrologi, dan peringatan dini terkait danau penghalang di hulu sungai, sebagai bentuk kerja sama teknis dengan Nepal.

Meski menolak keterlibatan langsung dalam kejadian tersebut, sejumlah pakar seperti Brahma Chellaney, ahli geostrategi asal India, mengakui bahwa meskipun peristiwa awal bersifat alamiah, modifikasi ekosistem dan infrastruktur di wilayah hulu Tibet berpotensi memperparah dampak bencana di hilir. Ia menekankan bahwa aktivitas China di hulu tidak memicul longsor gletser, tetapi dapat memengaruhi intensitas dan jangkauan kerusakan yang terjadi di wilayah Nepal.

Kebijakan China dalam membagikan data dan mendukung upaya penanganan bencana dianggap sebagai langkah konstruktif dalam membangun kepercayaan regional. Keterbukaan informasi dan kerja sama lintas batas diharapkan dapat mencegah misinformasi dan meningkatkan kapasitas mitigasi risiko bencana di wilayah rawan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya