Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Cabut Jenderal Tertinggi dari Komando Militer Pusat

Parlemen China resmi mencabut Zhang Youxia dari posisi wakil kepala Komisi Militer Pusat setelah investigasi pelanggaran disiplin serius.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
China Cabut Jenderal Tertinggi dari Komando Militer Pusat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Parlemen Tiongkok mengumumkan pencabutan jabatan mantan jenderal Zhang Youxia dari Komisi Militer Pusat (CMC), badan pengambil keputusan militer tertinggi negara. Keputusan ini diambil dalam pertemuan komite tetap parlemen pada Jumat (28/8), dan dikonfirmasi oleh media resmi Xinhua, yang merujuk pada laporan AFP. Pencopotan ini merupakan formalisasi dari langkah sebelumnya yang telah menonaktifkan Zhang selama proses penyelidikan internal.

Zhang, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala CMC, merupakan salah satu perwira militer tertinggi di Tiongkok. Posisinya menempatkannya sebagai jenderal dengan pangkat tertinggi, berada di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Kehadirannya dalam struktur kekuasaan militer dan politik telah menjadi sorotan sejak Januari, ketika otoritas menegaskan bahwa Zhang bersama dua pejabat lain—Liu Zhenlu dan sejumlah anggota CMC—diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.

Istilah "pelanggaran serius" yang digunakan oleh pemerintah Tiongkok kerap menjadi indikasi penyelidikan terhadap korupsi atau pelanggaran etika. Pencopotan Zhang mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia dianggap dekat dengan Xi Jinping dan telah menjadi bagian penting dari struktur kekuasaan militer sejak 2012. Ia bergabung dengan Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok pada 2007, kemudian menjadi anggota CMC, dan pada 2017 masuk Politbiro, badan tertinggi pengawas partai dan pemerintahan.

Dalam periode ketiga kepemimpinan Xi Jinping, Zhang tetap mempertahankan posisinya di CMC dan bahkan diangkat sebagai wakil ketua pertama. Namun, kehadirannya kini berakhir setelah hasil investigasi yang mengarah pada pencabutan jabatan. Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah Tiongkok terhadap pemberantasan korupsi, termasuk di lingkaran militer, yang telah menjadi fokus utama sejak era Xi Jinping.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya