Coretax Dorong Peningkatan Basis Pajak 2 Juta Wajib Pajak Baru
Sistem perpajakan terintegrasi Coretax berhasil menambah sekitar dua juta wajib pajak baru sejak diluncurkan Januari 2025, didukung oleh layanan digital terpadu dan otomasi data.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.11 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 37x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penerapan sistem administrasi perpajakan terintegrasi Coretax telah mampu memperluas cakupan wajib pajak di Indonesia hingga mencapai tambahan sekitar dua juta individu. Wakil Menteri Keuangan menyatakan bahwa platform ini menjadi fondasi penting dalam transformasi layanan perpajakan nasional, menggabungkan proses pendaftaran, pembuatan faktur, pembayaran, hingga pelaporan dalam satu sistem terpusat. Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas digitalisasi dalam memperkuat basis perpajakan secara nasional.
Pelaksanaan sistem baru yang dimulai sejak Januari 2025 sempat menghadapi tantangan dalam adaptasi, terutama bagi wajib pajak dan petugas pajak yang harus menyesuaikan prosedur kerja. Namun, pemerintah terus melakukan penyesuaian berkelanjutan dengan memperhatikan masukan dari pengguna dan memberikan waktu serta dukungan teknis untuk memastikan transisi berjalan lancar. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan dalam sistem pelayanan publik.
Hingga saat ini, lebih dari 13,5 juta Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan telah dikirimkan melalui Coretax, sebagian besar diisi secara otomatis menggunakan data dari pemberi kerja dan lembaga keuangan. Fitur ini tidak hanya mempercepat proses pelaporan, tetapi juga meningkatkan akurasi dan kualitas data yang dikelola oleh otoritas pajak. Dengan demikian, proses administrasi menjadi lebih efisien dan transparan, serta mendukung pengambilan kebijakan yang lebih berbasis data.
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan sistem perpajakan bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, kejelasan peraturan, serta kepercayaan publik. Menurut pejabat terkait, sistem yang kuat harus mampu mengumpulkan penerimaan negara secara efektif, mendorong kepatuhan wajib pajak, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Keterbukaan layanan dan kejelasan aturan menjadi kunci utama dalam menciptakan budaya kepatuhan yang berkelanjutan.
Transformasi digital di bidang perpajakan, menurutnya, bukan sekadar penggantian sistem lama dengan yang baru, melainkan upaya menyelaraskan pelayanan, manajemen data, dan operasional otoritas pajak secara holistik. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem melalui inovasi teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta kolaborasi internasional guna menghadapi kompleksitas perpajakan global yang terus berkembang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

