D4vd Ganti Pengacara Sebelum Sidang Kasus Mutilasi Remaja
Musisi D4vd resmi berganti tim hukum menjelang sidang kasus pembunuhan dan mutilasi remaja 14 tahun, dengan pengacara publik Los Angeles kini menangani kasusnya.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - D4vd, musisi asal Los Angeles yang kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan dan mutilasi remaja perempuan berusia 14 tahun, telah mengganti tim pembelaannya dalam sidang terbaru di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Penggantian ini terjadi sekitar sebulan setelah hakim Charlaine Olmedo menetapkan adanya bukti cukup untuk melanjutkan proses hukum terhadapnya. Kini, kantor pengacara publik Los Angeles yang menangani kasusnya, menggantikan pengacara sebelumnya yang sempat menjadi wajah hukum bagi banyak selebritas.
Sidang terbaru menampilkan bukti-bukti yang intensif dari jaksa penuntut, termasuk foto-foto lokasi kejadian yang menunjukkan kondisi mengerikan di rumah tersangka. Jaksa juga menyoroti pembelian sejumlah alat secara daring menggunakan nama samaran, termasuk tiga gergaji mesin, sekop, serta kolam renang plastik biru yang diduga digunakan untuk menutupi darah saat korban dimutilasi. Barang-barang tersebut dikirim ke alamat rumah D4vd setelah insiden terjadi, menurut keterangan penyidik.
Pihak berwenang menyatakan telah menemukan kesamaan profil genetik korban dengan sampel DNA yang diambil dari garasi rumah tersangka. Jenazah remaja itu ditemukan dalam kondisi membusuk di bagasi depan mobil Tesla yang terdaftar atas nama D4vd. Insiden ini terjadi sekitar lima bulan setelah pacarnya yang masih di bawah umur, Celeste Rivas Hernandez, dilaporkan menghilang pada April 2025, tepat pada waktu rilis album pertamanya.
D4vd didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama, mutilasi jenazah, dan pelecehan seksual terhadap anak. Jaksa menegaskan bahwa tersangka tega membunuh korban karena takut karier musiknya yang sedang naik daun akan hancur jika hubungan seksual mereka terungkap ke publik. Permintaan penggantian kuasa hukum disampaikan langsung oleh D4vd, meski alasan spesifiknya tidak diungkapkan secara terbuka.
Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Pihak mantan tim hukum menyatakan pengadilan telah menyetujui pengunduran diri mereka setelah memutuskan D4vd memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan hukum publik. Keputusan ini menandai langkah penting dalam proses hukum yang kini semakin intensif dan mendapat perhatian publik global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Satuan Narkoba Polsek Cengkareng mengamankan satu orang terduga pengedar sabu dengan berat bruto 75,78 gram di wilayah Kapuk, Jakarta Barat.
25 Oktober 2026

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Polisi menangkap tiga orang terduga pelaku narkoba di Jakarta Barat, mengamankan sabu seberat 4,38 gram dan sejumlah barang bukti lainnya.
25 Oktober 2026

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Film aksi thriller Copshop tayang malam ini di Bioskop Trans TV, mengisahkan konflik antara pembunuh bayaran dan penipu yang terjebak bersama di penjara kota kecil.
25 Oktober 2026

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Serangan bersenjata di gereja Ortodoks Yunani di Desa Hammoud, Karak, menewaskan sembilan orang dan melukai 40 lainnya, memicu respons tegas dari Raja Abdullah II dan langkah penyelidikan menyeluruh.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

