Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Daerah Diminta Siapkan Proyek EBT Siap Investasi

Kementerian ESDM dorong pemerintah daerah konsolidasikan potensi EBT 3.687 GW jadi proyek siap kembangkan dengan dukungan teknis dan pendanaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Daerah Diminta Siapkan Proyek EBT Siap Investasi
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah daerah diminta segera mengubah potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang mencapai sekitar 3.687 gigawatt menjadi proyek-proyek konkret yang siap dikembangkan. Langkah ini menjadi kunci dalam mewujudkan ambisi nasional, terutama melalui program PLTS 100 GWp yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Kesiapan daerah dalam merancang proyek yang sesuai karakteristik wilayah dan memenuhi standar kelayakan investasi menjadi syarat utama agar potensi besar tersebut benar-benar berkontribusi pada transformasi energi nasional.

Dalam rangkaian kegiatan EBTKE ConEx 2026, Kementerian ESDM menegaskan pentingnya kolaborasi antara kebijakan nasional dan perencanaan daerah. Melalui koordinasi dengan Global Green Growth Institute (GGGI), program Renewable Energy–Accelerated Transition in Indonesia (RE-ACT) terus memperkuat kapasitas daerah dalam menyusun proyek EBT yang layak dan menarik bagi investor. Proyek ini telah berjalan sejak 2021 dengan dukungan Kementerian Luar Negeri Selandia Baru, dan telah memberikan landasan teknis serta strategi pendanaan yang dapat diadaptasi di berbagai wilayah.

Keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam perencanaan proyek EBT dinilai menentukan keberhasilan pengembangan energi bersih secara menyeluruh. Dengan adanya pendampingan teknis, penyiapan dokumen kelayakan, serta peta jalan pendanaan, daerah dapat mempercepat proses izin, menarik investor, dan membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Hal ini tidak hanya mendukung target netral karbon, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemetaan potensi EBT yang terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah menjadi langkah strategis untuk memastikan alokasi sumber daya optimal. Dengan pendekatan berbasis data dan kajian kelayakan, proyek EBT di daerah diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjadi pilar ekonomi berkelanjutan. Kementerian ESDM menekankan bahwa kesiapan proyek bukan sekadar dokumen, melainkan bentuk komitmen nyata dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya