Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DAK Rp5,5 Miliar Ditransfer untuk Tangani Karhutla Kalbar

Pemerintah menyalurkan anggaran Rp5,5 miliar melalui DAK Kementerian Kehutanan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat secara terpadu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
DAK Rp5,5 Miliar Ditransfer untuk Tangani Karhutla Kalbar
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyiapkan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp5,5 miliar dari Kementerian Kehutanan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Dana tersebut akan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi sebagai bagian dari strategi penanganan terpadu, mencakup operasi udara, penanganan darat, pembasahan gambut, penegakan hukum, serta pencegahan dini.

Kegiatan penanggulangan akan diperkuat dengan koordinasi lintas instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan DPR RI, guna memenuhi kebutuhan anggaran operasional tambahan. Pemerintah juga mempersiapkan operasi modifikasi cuaca dalam beberapa hari ke depan, berdasarkan prakiraan BMKG tentang potensi hujan di wilayah Kalimantan Barat pada 4 hingga 8 September 2026, yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan ketinggian air tanah di kawasan gambut.

Untuk akses ke lokasi yang sulit dijangkau, operasi water bombing akan diperluas dengan tambahan dukungan tiga pesawat Chinook dari pasukan bela diri Jepang. Fokus operasi udara akan diberikan pada area strategis, khususnya Danau Sentarum yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, guna mencegah penyebaran api ke wilayah tetangga.

Di darat, pelibatan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta relawan dilakukan secara terkoordinasi. Pemetaan kebutuhan personel dilakukan hingga tingkat kabupaten dan kecamatan untuk memastikan penempatan sumber daya lebih efektif. Teknik peat injection—penyuntikan air langsung ke lapisan gambut—juga diterapkan untuk menekan bara api yang bersarang di bawah permukaan tanah.

Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, baik individu maupun perusahaan, menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Selain itu, edukasi masyarakat terus digalakkan untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Dengan dukungan anggaran dan operasi terpadu, pemerintah bertekad mempercepat pengendalian karhutla serta mencegah munculnya titik api baru di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya