Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dana Haji Capai Rp184 Triliun, Digitalisasi Jadi Kunci Transparansi

Dana haji yang dikelola BPKH telah mencapai Rp184 triliun, mendorong transformasi digital untuk memperkuat pengawasan, risiko, dan akuntabilitas pengelolaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.11 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 92x dibuka
Dana Haji Capai Rp184 Triliun, Digitalisasi Jadi Kunci Transparansi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepemimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengungkapkan bahwa jumlah dana haji yang dikelola kini telah menembus angka sekitar Rp184 triliun. Angka ini menjadi dasar kuat bagi upaya transformasi digital yang kini menjadi prioritas utama. Dengan skala pengelolaan yang begitu besar, diperlukan sistem yang mampu memberikan pengawasan yang lebih akurat, responsif, dan berbasis data.

Firmansyah N. Nazaroedin, Ketua Dewan Pengawas BPKH, menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi bagi keberlanjutan dan kepercayaan publik. Ia menyoroti pentingnya integrasi sistem digital dalam memperkuat manajemen portofolio, mendeteksi dini potensi risiko, serta memastikan transparansi dalam setiap proses pengelolaan dana. Keterbukaan ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan jemaah yang telah menabung bertahun-tahun.

Dukungan terhadap teknologi juga datang dari Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, yang menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat memperkuat pemantauan portofolio, mendeteksi transaksi mencurigakan, serta mempercepat pelaporan keuangan. Namun, hal itu harus dibarengi dengan keamanan siber yang ketat, perlindungan data pribadi, serta keterlibatan manusia dalam pengambilan keputusan strategis.

Lebih dari itu, teknologi diharapkan mampu memperbaiki ekosistem layanan haji secara menyeluruh. Mulai dari akomodasi, transportasi, katering, layanan kesehatan, logistik, hingga layanan digital lainnya, semuanya harus terintegrasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi jemaah. Juda menegaskan bahwa dana haji bukan sekadar aset keuangan, melainkan bentuk pengorbanan dan harapan dari ratusan ribu masyarakat yang telah berkontribusi secara bertahap.

Kepercayaan jemaah menjadi aset terbesar BPKH, dan melindunginya menjadi tanggung jawab utama lembaga. Dengan transformasi digital yang didukung integritas, prinsip syariah, dan keamanan tinggi, BPKH berkomitmen untuk menjaga kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya