Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Gandeng JBS Perkuat Industri Protein Lokal

Investasi senilai US$ 5 miliar oleh Danantara bersama JBS Group bertujuan memperkuat rantai pasok protein di Indonesia berdasarkan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Danantara Gandeng JBS Perkuat Industri Protein Lokal
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kerja sama strategis antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan JBS Group, perusahaan produsen protein global asal Brasil, resmi diluncurkan dengan fokus pada pengembangan industri pangan berbasis protein di Tanah Air. Langkah ini menyoroti perhatian terhadap dinamika permintaan pangan yang meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 280 juta jiwa, serta tingkat konsumsi protein yang masih berada di bawah rata-rata negara berkembang.

Pahala Nugraha Mansury, Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, menegaskan bahwa kebutuhan akan protein hewani terus tumbuh, terutama dalam konteks keterbatasan pasokan global akibat ketegangan geopolitik. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar utama dalam rantai pasok pangan regional, terutama jika dibandingkan dengan Australia yang saat ini menjadi pasar utama bagi JBS Group dengan pangsa pasar mencapai 45–50%.

Kemitraan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber protein. JBS Group dipilih karena memiliki kapasitas teknologi dan skalabilitas yang mumpuni dalam pengelolaan rantai pasok global. Dengan dukungan infrastruktur dan pengalaman internasional, perusahaan ini diharapkan mampu menopang ekspansi produksi di Indonesia, khususnya untuk produk sapi, ayam, dan jenis protein hewani lainnya.

Dana investasi total sebesar US$ 5 miliar akan dialokasikan secara merata, masing-masing US$ 2,5 miliar dari Danantara dan JBS Group, untuk pengembangan bisnis protein dalam dua tahun pertama. Fokus utama adalah membangun ekosistem produksi yang berkelanjutan, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat keterlibatan sektor swasta dan lokal dalam rantai pasok pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya