Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Defisit Transaksi Berjalan 2026 Diproyeksikan 1,6%-2,4%

Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan pada 2026 berada di kisaran 1,6 hingga 2,4% terhadap PDB, dengan tekanan utama dari kenaikan impor dan kinerja neraca pembayaran yang masih menunjukkan defisit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.35 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Defisit Transaksi Berjalan 2026 Diproyeksikan 1,6%-2,4%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan defisit transaksi berjalan pada tahun depan berada pada kisaran 1,6 hingga 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Proyeksi ini disampaikan oleh Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers pada Rabu (21/10/2026), menunjukkan optimisme terhadap ketahanan eksternal ekonomi nasional meskipun defisit tetap terjadi.

Pada triwulan kedua 2026, defisit transaksi berjalan mencapai 12,5 miliar dolar AS, setara 3,3% dari PDB, mengalami perluasan dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 3,6 miliar dolar AS (1,0% dari PDB). Angka tersebut merupakan yang terburuk dalam sejarah pencatatan defisit transaksi berjalan, mencerminkan tekanan terhadap neraca eksternal.

Di sisi lain, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2026 mencatat defisit sebesar 0,9 miliar dolar AS, lebih ringan dibandingkan defisit kuartal I 2026 yang mencapai 9,1 miliar dolar AS. Meski terjadi perbaikan secara bulanan, kondisi ini tetap menunjukkan perlunya penguatan struktural dalam kinerja pembayaran internasional.

Gubernur BI menegaskan bahwa meskipun defisit terjadi, ketahanan eksternal tetap terjaga berkat fondasi ekonomi yang kuat dan kebijakan moneter yang konsisten. Upaya penguatan NPI menjadi prioritas, terutama dalam mendukung keseimbangan eksternal jangka panjang dan memitigasi risiko volatilitas pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya