Delapan WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, FIS Ukraina Ungkap Skema Rekrutmen
Intelijen Ukraina mengungkap delapan warga negara Indonesia direkrut sebagai tentara bayaran Rusia melalui janji gaji tinggi dan kewarganegaraan cepat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dinas Intelijen Luar Negeri (FIS) Ukraina mengungkap adanya delapan warga negara Indonesia yang diketahui direkrut untuk bergabung dengan pasukan militer Rusia. Temuan ini berdasarkan dokumen hasil pemantauan komunikasi antarlembaga, termasuk salinan surat terkait proses pengajuan visa dari Kementerian Luar Negeri Rusia. Para pria yang dimaksud berusia antara 29 hingga 47 tahun, dengan kebanyakan tidak memiliki latar belakang militer sebelumnya.
FIS menegaskan bahwa rekrutmen warga asing seperti ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan personel di garis depan, sekaligus menciptakan narasi global yang mendukung operasi militer Moskow. Skema perekrutan yang digunakan telah terbukti efektif di berbagai negara, termasuk Nepal, Kuba, Kenya, dan India, dengan menawarkan gaji tinggi, tugas non-tempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, serta fasilitas sosial menarik. Namun, banyak dari mereka justru dikirim ke wilayah konflik tanpa pelatihan memadai.
Berdasarkan rekaman sebelumnya, sebagian besar rekrutan asing yang tidak memiliki pengalaman militer mengalami korban tewas dalam beberapa minggu pertama bertugas. FIS menyoroti bahwa Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, kini masuk dalam daftar negara yang dijadikan sumber tenaga kerja murah bagi konflik militer Rusia.
Pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia belum memberikan respons resmi atas temuan ini. Sebelumnya, dua mantan anggota keamanan Indonesia—Satria Arta Kumbara, mantan marinir TNI AL, dan Bripda Muhammad Rio, mantan personel Brimob Polda Aceh—dilaporkan telah bergabung dengan militer asing. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas, menyatakan bahwa kewarganegaraan WNI secara otomatis gugur jika terlibat dalam militer asing, sehingga keduanya kini tidak lagi memiliki paspor Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

