Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstrasi Keras di Tirana, PM Rama Tetap Menolak Mundur

Aksi unjuk rasa besar di ibu kota Albania berujung kekerasan, tetapi Perdana Menteri Edi Rama bersikeras menolak mengundurkan diri meski tekanan meningkat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 63x dibuka
Demonstrasi Keras di Tirana, PM Rama Tetap Menolak Mundur📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Demonstrasi yang berlangsung selama beberapa hari di Tirana mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu, dengan ratusan warga memadati pusat kota untuk menuntut perbaikan fasilitas pendidikan, pengurangan biaya kuliah, serta tindakan tegas terhadap korupsi. Aksi yang awalnya damai berubah menjadi keributan setelah kelompok demonstran menyerang kantor polisi, kantor partai penguasa, dan fasilitas umum lainnya. Kekerasan meluas hingga ke jalan utama dan alun-alun, memaksa aparat menggelar tindakan represif dengan peluru karet dan gas air mata.

Dalam siaran video yang berlangsung lebih dari satu jam, Perdana Menteri Edi Rama menegaskan bahwa dirinya tidak akan meletakkan jabatan, meski menghadapi tekanan besar dari massa. Ia menyalahkan aksi demonstrasi tersebut sebagai hasil dari intervensi pihak luar yang ingin menggoyahkan stabilitas pemerintah. Kunjungan resmi Rama ke Wina untuk bertemu Kanselir Austria Christian Stocker pun dibatalkan sebagai dampak dari ketegangan internal yang meningkat.

Kerusuhan memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 28 orang mengalami luka-luka dalam aksi tersebut, termasuk 19 petugas kepolisian, empat demonstran, empat warga sipil, dan satu jurnalis. Sejumlah kantor publik, termasuk kantor polisi dan kementerian, mengalami kerusakan akibat pembakaran dan pelemparan benda tajam. Polisi melaporkan bahwa salah satu kantor polisi diserang menggunakan bom molotov dan alat piroteknik yang membahayakan nyawa petugas dan tahanan di dalamnya.

Pejabat keamanan, Albert Nushi, menekankan bahwa kekerasan terhadap institusi negara dan petugas keamanan tidak dapat diterima. Ia menyerukan kepada massa untuk tidak terpengaruh oleh kelompok bertopeng yang diduga memicu kerusuhan dan kembali ke bentuk protes yang damai. Meski situasi tetap memanas, pemerintah tetap menegaskan komitmen untuk menangani isu-isu utama secara konstruktif, tanpa menyerah pada tekanan politik yang muncul dari jalanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya