Demonstrasi Keras di Tirana, PM Rama Tetap Menolak Mundur
Aksi unjuk rasa besar di ibu kota Albania berujung kekerasan, tetapi Perdana Menteri Edi Rama bersikeras menolak mengundurkan diri meski tekanan meningkat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 63x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Demonstrasi yang berlangsung selama beberapa hari di Tirana mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu, dengan ratusan warga memadati pusat kota untuk menuntut perbaikan fasilitas pendidikan, pengurangan biaya kuliah, serta tindakan tegas terhadap korupsi. Aksi yang awalnya damai berubah menjadi keributan setelah kelompok demonstran menyerang kantor polisi, kantor partai penguasa, dan fasilitas umum lainnya. Kekerasan meluas hingga ke jalan utama dan alun-alun, memaksa aparat menggelar tindakan represif dengan peluru karet dan gas air mata.
Dalam siaran video yang berlangsung lebih dari satu jam, Perdana Menteri Edi Rama menegaskan bahwa dirinya tidak akan meletakkan jabatan, meski menghadapi tekanan besar dari massa. Ia menyalahkan aksi demonstrasi tersebut sebagai hasil dari intervensi pihak luar yang ingin menggoyahkan stabilitas pemerintah. Kunjungan resmi Rama ke Wina untuk bertemu Kanselir Austria Christian Stocker pun dibatalkan sebagai dampak dari ketegangan internal yang meningkat.
Kerusuhan memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 28 orang mengalami luka-luka dalam aksi tersebut, termasuk 19 petugas kepolisian, empat demonstran, empat warga sipil, dan satu jurnalis. Sejumlah kantor publik, termasuk kantor polisi dan kementerian, mengalami kerusakan akibat pembakaran dan pelemparan benda tajam. Polisi melaporkan bahwa salah satu kantor polisi diserang menggunakan bom molotov dan alat piroteknik yang membahayakan nyawa petugas dan tahanan di dalamnya.
Pejabat keamanan, Albert Nushi, menekankan bahwa kekerasan terhadap institusi negara dan petugas keamanan tidak dapat diterima. Ia menyerukan kepada massa untuk tidak terpengaruh oleh kelompok bertopeng yang diduga memicu kerusuhan dan kembali ke bentuk protes yang damai. Meski situasi tetap memanas, pemerintah tetap menegaskan komitmen untuk menangani isu-isu utama secara konstruktif, tanpa menyerah pada tekanan politik yang muncul dari jalanan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

