Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Direktur RSUD Kendari Tanggapi Viral Antrean Pasien

Direktur RSUD Kota Kendari angkat bicara soal video antrean pasien yang viral, jelaskan kondisi fasilitas dan langkah perbaikan yang sedang dilakukan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Video yang menampilkan antrean panjang pasien di salah satu ruang layanan RSUD Kota Kendari beredar luas di media sosial, memicu perhatian publik terhadap kondisi pelayanan kesehatan. Direktur rumah sakit tersebut mengakui adanya peningkatan jumlah kunjungan pasien dalam beberapa pekan terakhir, terutama pada jam-jam operasional puncak. Ia menegaskan bahwa antrean tersebut terjadi karena lonjakan permintaan layanan yang melebihi kapasitas harian yang tersedia secara optimal.

Menurutnya, kondisi ini bukan cerminan sistem yang tidak berjalan, melainkan dampak dari tekanan operasional yang tinggi akibat keterbatasan tenaga medis dan ruang perawatan. Ia menyebut, sejumlah petugas sedang dikerahkan secara ekstra untuk menangani beban kerja, termasuk perpanjangan jam kerja bagi beberapa tenaga kesehatan. Upaya peningkatan kapasitas layanan pun telah dilakukan, termasuk penambahan pos pemeriksaan sementara dan optimalisasi ruang yang belum sepenuhnya terpakai.

Dalam pernyataannya, direktur menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah menerima masukan dari masyarakat dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Langkah konkret yang sedang dilakukan antara lain penataan ulang alur antrean, penerapan sistem antrian digital, serta koordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memperkuat ketersediaan sumber daya. Ia juga menekankan pentingnya kesabaran dan pemahaman masyarakat terhadap keterbatasan fasilitas yang ada.

Pihak rumah sakit menyatakan terbuka terhadap evaluasi publik dan siap menindaklanjuti masukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap efisien dan manusiawi. Tujuan utamanya tetap menjaga kualitas perawatan pasien, meski menghadapi tantangan operasional yang kompleks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya