Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai hampir 35 persen dalam tujuh tahun, dari 1,02 triliun dolar AS pada 2017 menjadi 1,48 triliun dolar AS pada 2024, menunjukkan kemajuan signifikan. Namun, angka ini tidak menutupi realitas sosial yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Bank Dunia (2025), jumlah penduduk miskin dan rentan miskin naik dari 46,1 juta menjadi 49,5 juta orang dalam periode yang sama, sementara penduduk kelas menengah menyusut dari 22,1 juta menjadi 17,4 juta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum merata. Peningkatan kekayaan hanya dinikmati oleh sekelompok kecil, termasuk kenaikan kekayaan 10 orang terkaya sebesar 153 persen. Menteri menegaskan bahwa pertumbuhan tanpa inklusivitas tidak membawa perubahan nyata bagi rakyat banyak. Ia menyoroti pentingnya mengkaji data secara kritis, bukan hanya melihat angka PDB, tetapi juga dampaknya terhadap kesejahteraan sosial dan distribusi kekayaan.
Ia mengajak mahasiswa sebagai calon pemimpin untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, berani mengambil peran, serta mampu menyusun argumen berbasis fakta. Dalam setiap keputusan, kata dia, harus ada data yang mendukung. Indonesia kaya secara alam, namun pengelolaan sumber daya tetap menjadi tantangan besar yang perlu ditangani secara strategis dan adil.
Mendikti-saintek menekankan bahwa tantangan saat ini bukan alasan untuk menyerah. Ia mencontohkan negara-negara dengan pendapatan per kapita tinggi yang sebelumnya berada dalam posisi serupa. Generasi muda diminta melihat persoalan bangsa sebagai pekerjaan rumah bersama, yang harus dijawab dengan semangat optimisme dan tindakan nyata. Setiap individu, terlepas dari latar belakang, memiliki ruang untuk berkontribusi dan memperbaiki kondisi.
Dengan semangat “jatuh, bangun, jatuh, bangun”, ia mengimbau mahasiswa untuk terus berjuang demi tujuan besar. Keberhasilan bukan hasil dari keberuntungan semata, melainkan hasil dari ketekunan, ketahanan, dan komitmen terhadap perubahan. Masa depan bukan ditentukan oleh kondisi saat ini, tetapi oleh tindakan yang diambil hari ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
8 Oktober 2026

Prancis di Ambang Krisis Keuangan, Pasar Syok Akibat Utang Meningkat
Kondisi fiskal Prancis memburuk dengan defisit 5,1% PDB dan utang 115% PDB, memicu lonjakan imbal hasil obligasi hingga level tertinggi sejak 2002.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

