Rupiah Melemah ke Rp17.890 Hadapi Tekanan Global dan Sentimen Dalam Negeri
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.890 per dolar AS, dipengaruhi tekanan eksternal dan penurunan keyakinan konsumen meski ekspektasi jangka panjang tetap optimistis.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kurs rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026) berada di posisi Rp17.890 per dolar AS, mengalami depresiasi 0,08% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.875. Meski sempat menguat 0,11% ke level Rp17.855 pada awal sesi, penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir hari, dengan rupiah berakhir di zona merah. Pergerakan ini menandai akhir dari tren positif dua hari berturut-turut.
Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,06% ke posisi 102,302 pada pukul 15.00 WIB, mencerminkan kenaikan daya tarik aset berdenominasi dolar di tengah ketegangan ekonomi global. Pergerakan rupiah terdampak oleh kombinasi faktor domestik dan global, termasuk data ekonomi dalam negeri yang menunjukkan penurunan keyakinan konsumen meski tetap berada di zona optimistis.
Bank Indonesia merilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk September 2026 sebesar 118,1, turun sedikit dari bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama terlihat pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun ke 107,5, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) justru naik menjadi 128,7. Hal ini menunjukkan bahwa meski penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah, konsumen tetap optimistis terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan ke depan.
Di sisi global, peringatan dari International Monetary Fund (IMF) menambah tekanan terhadap pasar. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyoroti risiko inflasi yang terus menguat akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan pangan, dan lonjakan investasi dalam teknologi kecerdasan buatan. Ia menekankan perlunya kebijakan moneter yang lebih agresif dan hati-hati di berbagai negara untuk menekan tekanan inflasi, yang berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi.
Pasangan mata uang ini juga berada dalam pantauan menyusul rilis data klaim pengangguran awal AS yang dijadwalkan pada pukul 19.30 WIB. Data tersebut menjadi acuan penting untuk menilai kesehatan pasar tenaga kerja AS, yang berdampak langsung pada ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kenaikan klaim pengangguran dapat memicu ekspektasi penurunan suku bunga, sedangkan penurunan klaim akan memperkuat proyeksi kenaikan suku bunga, yang berdampak pada aliran modal dan nilai tukar mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
8 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

