IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, merosot 115,44 poin atau 1,88% ke posisi 6.031,28. Pelemahan ini terjadi menyusul meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun 2026. Penurunan juga terjadi pada indeks LQ45, yang turun 12,08 poin atau 1,99% ke level 593,64, menunjukkan tekanan merata di pasar modal domestik.
Rilis risalah rapat FOMC bulan September 2026 menunjukkan mayoritas anggota The Fed memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026 untuk menjaga inflasi tetap terkendali, meski masih berada di atas target 2%. Pernyataan tersebut memperkuat sentimen pasar yang cenderung defensif, terutama menyusul ketidakpastian terkait perkembangan ekonomi global dan risiko geopolitik.
Kondisi tersebut diperparah oleh volatilitas pasar akibat meningkatnya imbal hasil obligasi dan tekanan inflasi yang tetap tinggi. Kenaikan harga minyak dunia, yang dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta ancaman terhadap rute pengiriman melalui Selat Hormuz, turut memperkuat tekanan pada ekonomi global. Kenaikan harga energi ini berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi dan distribusi, sehingga berdampak langsung pada inflasi.
Analis pasar menyatakan bahwa kebijakan moneter The Fed akan tetap berhati-hati, dengan keputusan selanjutnya bergantung pada data ekonomi terkini, prospek pertumbuhan, dan keseimbangan risiko. Meski belum ada keputusan final, ekspektasi kenaikan suku bunga telah menggerakkan aliran modal keluar dari aset berisiko, termasuk pasar saham di negara berkembang seperti Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
8 Oktober 2026

Prancis di Ambang Krisis Keuangan, Pasar Syok Akibat Utang Meningkat
Kondisi fiskal Prancis memburuk dengan defisit 5,1% PDB dan utang 115% PDB, memicu lonjakan imbal hasil obligasi hingga level tertinggi sejak 2002.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

