Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menjaga Denyut Jantung Aman Saat Berolahraga

Dokter spesialis jantung menekankan pentingnya menyesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan tubuh untuk menjaga denyut jantung tetap dalam batas aman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Menjaga Denyut Jantung Aman Saat Berolahraga📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menjaga kesehatan jantung melalui aktivitas fisik rutin menjadi langkah strategis, namun tetap perlu dipastikan intensitas latihan sesuai dengan kapasitas individu. Salah satu indikator utama yang bisa dimonitor adalah denyut jantung, yang dapat diukur menggunakan alat pelacak seperti jam tangan pintar. Menurut dokter jantung dari Siloam Hospital, pengelolaan heart rate secara bijak menjadi kunci agar olahraga tidak menimbulkan beban berlebih bagi sistem kardiovaskular.

Pendekatan yang disarankan adalah memulai dari tingkat intensitas ringan, lalu ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi tubuh. Pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya juga wajib dilakukan untuk menstabilkan respons jantung. Ia menekankan bahwa tidak perlu meniru tingkat intensitas yang dijalani orang lain, terutama yang sudah berpengalaman, karena setiap individu memiliki kapasitas fisik yang berbeda.

Untuk menilai intensitas tanpa perlu terus-menerus memeriksa alat pengukur, metode tes bicara dapat menjadi panduan praktis. Saat melakukan latihan aerobik dengan intensitas sedang, seseorang seharusnya masih mampu berbicara beberapa kalimat, meski sudah mulai kesulitan bernyanyi. Jika hanya mampu mengucapkan beberapa kata sebelum harus mengambil napas, maka aktivitas telah mencapai tingkat berat. Metode ini membantu memantau kondisi tubuh secara alami tanpa ketergantungan pada angka.

Dalam latihan beban, penting untuk memilih bobot yang masih memungkinkan menjaga teknik dan pernapasan teratur. Menahan napas atau mengedan saat mengangkat beban dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba, berisiko terhadap kardiovaskular. Peningkatan beban harus dilakukan secara bertahap, bukan berdasarkan keinginan untuk mencapai bobot tertentu. Selain itu, kondisi lingkungan seperti suhu panas atau kelembapan tinggi harus diperhatikan karena dapat mempercepat kelelahan dan dehidrasi.

Kondisi kesehatan pribadi seperti riwayat penyakit jantung, penggunaan obat seperti beta blocker, atau gejala saat berolahraga perlu menjadi pertimbangan utama. Target denyut jantung tidak boleh ditentukan secara umum, melainkan disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing. Tujuan olahraga bukan sekadar mencapai angka tertentu, tetapi membantu tubuh beradaptasi secara bertahap demi kesehatan jangka panjang. Keamanan latihan tetap diukur dari keseluruhan kondisi tubuh, termasuk tekanan darah, gejala yang muncul, dan kesehatan pembuluh darah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya