IHSG Akhiri Sesi I di Zona Merah, Tekanan Jual Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,80% ke level 6.097 pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis, dipicu tekanan jual dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.097,40 pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis (8/10/2026), mengalami penurunan sebesar 49,32 poin atau 0,80%. Meski sempat menguat di awal sesi hingga menyentuh 6.179,09 pada pukul 09.00 hingga 09.30 WIB, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual mulai muncul sekitar pukul 10.00 WIB, menyebabkan indeks terus melemah hingga menyentuh level terendah harian di 6.088,89 sebelum akhirnya rebound tipis menjelang penutupan sesi pertama.
Volume transaksi mencapai 403,94 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp6,015 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 461 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 215 saham yang menguat, dan 287 saham stagnan. Pelemahan indeks dipimpin oleh sektor infrastruktur yang anjlok 2,5%, disusul energi turun 1,5% dan material dasar melemah 1,2%. Beberapa emiten pemberat seperti AMMN, BYAN, BMRI, GOTO, dan BREN menjadi pemicu penurunan signifikan terhadap IHSG.
Sementara itu, saham-saham penopang koreksi seperti ASII, BBCA, APOL, EMAS, dan TLKM berhasil menahan tekanan, meskipun tidak mampu mengangkat indeks secara signifikan. Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan eksternal, termasuk penurunan cadangan devisa Indonesia yang masih berada di atas standar internasional, serta rilis data uang primer dalam negeri. Di tingkat global, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis dini hari menjadi sorotan, mengindikasikan sikap hawkish The Fed.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS, khususnya tenor 10 tahun yang sempat mencapai 5,365%—level tertinggi sejak April 2002—menjadi faktor utama pemicu ketegangan pasar. Meski lelang obligasi 10 tahun AS dengan nilai hampir US$40 miliar menunjukkan permintaan kuat (rasio 2,77 kali), hal tersebut justru memperkuat tekanan terhadap aset berkembang seperti saham Indonesia. Di kawasan Asia, bursa Jepang, Korea Selatan, dan Australia juga melemah, mencerminkan dampak global terhadap ekuitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
8 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

