Prabowo: Investasi di Indonesia Harus Dijaga Seperti Keluarga
Presiden Prabowo meminta pemerintah melindungi semua investor seperti anggota keluarga, menekankan komitmen menjaga keamanan dan keberlanjutan investasi strategis di Kawasan Industri Weda Bay.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan para investor sebagai bagian dari kehormatan bangsa, saat meresmikan serangkaian program hilirisasi di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa setiap investasi yang ditanamkan di Indonesia harus dilindungi dan dirawat sebagaimana menjaga anggota keluarga sendiri, menyoroti pentingnya kepercayaan sebagai fondasi kerja sama ekonomi jangka panjang.
Komitmen ini disampaikan dalam konteks pencapaian besar dari proyek strategis yang menyerap investasi sebesar US$ 10,2 miliar atau setara Rp180 triliun. Dari total tersebut, empat proyek telah rampung dan mulai beroperasi secara komersial, dengan nilai ekspor mencapai US$ 3,4 miliar. Proyek-proyek ini mencakup produksi bahan baku baterai nikel-mangan-kobalt (NMC) dan lithium ferro phosphate (LFP), serta olahan nikel berupa MHP, aluminium elektrolitik, dan komponen alat berat berbasis kendaraan listrik.
Pemerintah, melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi, menyampaikan bahwa kawasan ini telah menjadi pusat pengembangan industri hilir mineral strategis nasional. Beberapa proyek lain masih dalam tahap groundbreaking, termasuk pembangunan pabrik bahan baku nikel kobalt, material komposit, aluminium, solar panel, hingga kendaraan listrik dari mitra asing. Semua ini menunjukkan konsistensi dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Prabowo menekankan bahwa tradisi kekeluargaan dalam budaya Indonesia harus diterapkan dalam hubungan bisnis, di mana mitra dan investor asing dianggap sebagai saudara yang turut berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim investasi yang stabil, aman, dan menarik bagi para pemain global. Tujuan utamanya adalah memastikan kesejahteraan rakyat dari hasil eksploitasi sumber daya alam yang dikelola secara bijak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indeks saham utama Indonesia turun 1,88% ke level 6.031, dipicu kekhawatiran atas kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di akhir 2026.
8 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Cukup Tanpa Keadilan Sosial
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan pentingnya berpikir berbasis data dan kepemimpinan solutif untuk mengatasi ketimpangan meski ekonomi tumbuh pesat.
8 Oktober 2026

Biaya Haji 2027 Naik, Pemerintah Jamin Beban Peserta Tetap Terkendali
Kemenhaj dan DPR tetapkan BPIH 2027 sebesar Rp98,47 juta per orang, dengan subsidi Presiden menekan beban pelunasan peserta hingga Rp23,05 juta.
8 Oktober 2026

Prancis di Ambang Krisis Keuangan, Pasar Syok Akibat Utang Meningkat
Kondisi fiskal Prancis memburuk dengan defisit 5,1% PDB dan utang 115% PDB, memicu lonjakan imbal hasil obligasi hingga level tertinggi sejak 2002.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dibui Setelah Bebas Bersyarat Dicabut
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KPK Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Korupsi di BPN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.52 WITA

KNMP Sungai Padang Segera Beroperasi, Fokus Perkuat Ekonomi Nelayan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pengamat Hukum Soroti Penerapan RJ pada Kasus Narkoba Anggota DPRD
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

KPK Periksa Belasan Swasta dan ASN Terkait Kasus Suap Bupati Langkat
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.51 WITA

Surabaya Perluas Bopda untuk Ponpes, Dorong Keadilan Pendidikan
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Gubernur Dorong ITK Jadi Pusat Inovasi untuk IKN
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Korban Diamankan di TTS
Kamis, 8 Oktober 2026, 17.50 WITA

