Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tanggul Laut Berbasis Alam Siap Dibangun di Demak Oktober Ini

Proyek tanggul laut raksasa berbasis alam akan dimulai dengan peletakan batu pertama melalui penanaman mangrove di Timbulsloko, Demak, Oktober 2024.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tanggul Laut Berbasis Alam Siap Dibangun di Demak Oktober Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi menetapkan Oktober 2024 sebagai momen dimulainya pembangunan tanggul laut raksasa yang mengedepankan solusi alam. Alih-alih mengandalkan struktur beton atau infrastruktur keras, langkah awal proyek ini akan difokuskan pada penanaman mangrove di kawasan Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi hibrida dalam menghadapi ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut.

Pendekatan berbasis alam ini dipilih karena dinilai lebih berkelanjutan dan mampu memperkuat daya tahan pesisir secara alami. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan bahwa penerapan solusi berbasis alam akan diterapkan di wilayah yang masih memiliki potensi regenerasi ekosistem. Di wilayah yang telah mengalami kerusakan parah seperti Teluk Jakarta, tetap akan dibangun tanggul fisik sebagai upaya mitigasi darurat.

Proses pembentukan benteng alam dari mangrove membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh menjadi kawasan yang padat dan efektif dalam memecah ombak. Karena itu, penanaman awal ini menjadi langkah krusial untuk mempercepat pembentukan ekosistem pelindung. Dalam prosesnya, mangrove tidak hanya berfungsi sebagai peredam gelombang, tetapi juga berperan dalam mencegah intrusi air laut ke daratan.

Pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pendekatan pendanaan multisektor ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan proyek ini sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam membangun ketahanan pesisir secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya