Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dislokasi Bahu pada Jefri Nichol Usai Duel Tinju

Jefri Nichol mengalami dislokasi bahu kanan saat pertandingan tinju melawan El Rumi, yang berakhir dalam 38 detik melalui TKO, menyoroti risiko cedera pada sendi yang sangat fleksibel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.58 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dislokasi Bahu pada Jefri Nichol Usai Duel Tinju
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pertandingan tinju antara El Rumi dan Jefri Nichol yang digelar di Jakarta International Convention Center pada Sabtu (9/8) berakhir dalam waktu singkat, hanya 38 detik di ronde pertama. Wasit menghentikan pertarungan karena kondisi Jefri Nichol dianggap tidak aman untuk melanjutkan, dengan keputusan technical knockout (TKO) yang menunjukkan adanya cedera serius. Dari hasil penilaian medis, petinju muda itu mengalami dislokasi pada bahu kanan di tengah ronde pertama, akibat tekanan dan pukulan yang tidak terhindarkan.

Dislokasi bahu terjadi ketika tulang lengan atas keluar dari sendi yang terbentuk di tulang belikat, sebuah kondisi yang sering terjadi pada sendi paling fleksibel dalam tubuh manusia. Karena sendi bahu memiliki rongga yang dangkal dan kemampuan gerak luas, stabilitasnya lebih rendah dibanding sendi lain, sehingga rentan mengalami geseran atau keluarnya tulang dari posisinya. Faktor seperti aktivitas fisik intensif, gerakan berulang, atau trauma langsung dapat memicu kondisi ini.

Berdasarkan data medis, dislokasi bahu paling sering terjadi ke arah depan (anterior), terutama pada individu yang aktif berolahraga atau melakukan gerakan melempar secara berulang. Pada kasus Jefri Nichol, trauma akibat benturan dalam pertarungan menyebabkan sendi bahu mengalami pergeseran yang signifikan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada ligamen, tendon, saraf, maupun pembuluh darah di sekitar sendi.

Komplikasi jangka panjang termasuk penurunan stabilitas bahu dan risiko tinggi terjadinya dislokasi berulang. Meski sebagian besar pasien dapat pulih dan kembali menggunakan bahu secara normal dalam beberapa minggu, pemulihan memerlukan penanganan medis yang tepat, termasuk pengkajian fisik dan rehabilitasi. Dalam kasus ini, penilaian medis lanjutan akan menjadi langkah penting untuk menentukan proses pemulihan dan kesiapan kembali beraktivitas fisik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya