DPR Desak Evaluasi APBN Triwulan 2027
Komisi XI DPR meminta laporan evaluasi pelaksanaan APBN tiap tiga bulan mulai 2027 untuk jaga konsistensi fiskal dan stabilitas ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Komisi XI DPR RI menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara dengan meminta penyelenggaraan laporan evaluasi triwulanan terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2027. Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi XI, Misbakhun, dalam rapat kerja dengan pemerintah di kompleks parlemen. Laporan tersebut harus melibatkan sejumlah lembaga utama, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta BPI Danantara.
Laporan evaluasi harus mencakup realisasi indikator ekonomi makro dibandingkan asumsi awal yang digunakan dalam penyusunan APBN 2027. Indikator utama yang menjadi fokus antara lain pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga SBN, serta dampaknya terhadap pendapatan dan belanja negara, keseimbangan primer, defisit anggaran, pembiayaan, dan posisi utang pemerintah. Dengan data aktual tersebut, Komisi XI akan menyusun rekomendasi guna mitigasi risiko fiskal dan penyesuaian kebijakan jika terjadi penyimpangan.
Pemerintah dan DPR telah menetapkan sejumlah asumsi makro dalam Rancangan APBN 2027. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6,0 persen per tahun, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, dan suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen. Target pembangunan juga disepakati, mencakup tingkat kemiskinan 6,0–6,5 persen, pengangguran terbuka 4,30–4,87 persen, indeks modal manusia 0,575, serta indeks kesejahteraan petani 0,8038.
Indeks nilai tukar petani ditargetkan antara 126–128, nilai tukar nelayan 106–110, dan penciptaan lapangan kerja formal mencapai 40,81 persen. Jumlah lapangan kerja baru yang diharapkan mencapai 2,57–3,49 juta orang. Selain itu, GNI per kapita diperkirakan antara 5.800–5.840 dolar AS atau setara 98,54–99,22 juta rupiah, dengan indeks kualitas lingkungan hidup 76,84. Kemiskinan ekstrem ditargetkan 0–0,5 persen, sementara rasio Gini diproyeksikan di angka 0,360–0,365.
Penerapan evaluasi berkala ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan fiskal, meningkatkan efektivitas APBN sebagai alat stabilisasi ekonomi, serta mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional secara akurat dan responsif terhadap dinamika pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


