DPR Tekan BPS Tuntaskan Perbaikan Data Desil dalam Dua Minggu
Komisi X DPR meminta BPS memperbaiki akurasi data desil dalam waktu maksimal dua minggu demi menjamin keadilan distribusi bantuan sosial dan pendidikan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti ketidaksesuaian data desil yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang dinilai mengganggu keakuratan kebijakan sosial dan ekonomi nasional. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya perbaikan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima program perlindungan sosial, termasuk beasiswa dan bantuan langsung tunai. Ia menegaskan bahwa ketidakakuratan desil berdampak langsung pada kualitas dan keadilan dalam penyaluran bantuan.
Dalam rapat kerja dengan BPS, disepakati bahwa perbaikan data desil harus segera dilakukan, khususnya terkait aspek pendidikan yang menjadi pertimbangan dalam penentuan penerima beasiswa. DPR menetapkan batas waktu maksimal dua minggu sejak pengajuan sanggah oleh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tujuannya adalah memastikan bahwa warga yang berhak mendapatkan bantuan tidak tertunda atau terlewat karena kesalahan klasifikasi desil.
Pihak DPR juga meminta BPS transparan dalam menjelaskan metode dan sumber daya yang digunakan untuk menentukan klasifikasi desil. Respons terhadap sanggahan masyarakat harus cepat dan efisien, tanpa proses yang berkepanjangan. Keterlambatan dalam perbaikan desil, menurut Lalu, berpotensi menimbulkan ketidakadilan yang merugikan kelompok rentan, terutama dalam konteks program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial.
BPS telah menyatakan kesepakatan atas rekomendasi tersebut, termasuk kesiapan menyediakan kanal resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan sanggahan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem data nasional dan memastikan bahwa kebijakan pembangunan didasarkan pada informasi yang valid, akurat, dan reflektif terhadap realitas sosial ekonomi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


