Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Web Nasional
BSSN dan Komdigi minta pemilik situs segera perbarui PHP untuk hindari eksploitasi jarak jauh yang bisa hancurkan sistem.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 48x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan peringatan mendesak terhadap dua celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP, yang berpotensi memicu kegagalan sistem dan eksploitasi jarak jauh. Dua kerentanan bernama CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 dinilai membahayakan infrastruktur web di seluruh Indonesia. BSSN menekankan pentingnya tindakan segera dari pengelola situs untuk memperbaiki kerentanan tersebut demi mencegah serangan siber yang dapat mengakibatkan kerusakan sistem hingga down.
Kedua celah keamanan muncul dari kesalahan dalam pengelolaan memori saat server PHP memproses permintaan HTTP. Celah CVE-2026-109618 muncul saat sistem mengalami kehabisan memori (out-of-memory), sehingga memungkinkan penyerang mengirimkan permintaan khusus tanpa autentikasi. Sementara CVE-2026-109619 terjadi karena PHP masih mencoba mengakses memori yang telah dilepaskan, menciptakan celah bagi eksekusi kode berbahaya dari jarak jauh tanpa izin. Kedua celah ini dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih kendali server jika tidak segera diperbaiki.
Versi PHP yang terdampak mencakup semua rilis dari PHP 8.1 hingga 8.5, termasuk versi yang sudah berhenti dukungan resmi (end-of-life). BSSN menegaskan bahwa penggunaan versi lama tanpa pembaruan merupakan ancaman utama. Untuk mengurangi risiko, lembaga menyarankan pembaruan langsung ke versi terkini yang telah diperbaiki, seperti PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, atau 8.2.35. Jika pembaruan belum memungkinkan, isolasi layanan dari jaringan publik menjadi langkah mitigasi sementara.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung peringatan BSSN dan menekankan bahwa hanya pembaruan keamanan resmi yang efektif menutup celah tersebut. Komdigi menegaskan bahwa modifikasi konfigurasi saja tidak cukup untuk menjamin perlindungan menyeluruh. Pemilik dan pengelola sistem diminta memprioritaskan pembaruan PHP yang terdampak untuk mencegah potensi kebocoran data, penyalahgunaan layanan, atau penyebaran malware secara massal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

