Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Web Nasional

BSSN dan Komdigi minta pemilik situs segera perbarui PHP untuk hindari eksploitasi jarak jauh yang bisa hancurkan sistem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 48x dibuka
Dua Celah Kritis PHP Ancam Keamanan Web Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan peringatan mendesak terhadap dua celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP, yang berpotensi memicu kegagalan sistem dan eksploitasi jarak jauh. Dua kerentanan bernama CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 dinilai membahayakan infrastruktur web di seluruh Indonesia. BSSN menekankan pentingnya tindakan segera dari pengelola situs untuk memperbaiki kerentanan tersebut demi mencegah serangan siber yang dapat mengakibatkan kerusakan sistem hingga down.

Kedua celah keamanan muncul dari kesalahan dalam pengelolaan memori saat server PHP memproses permintaan HTTP. Celah CVE-2026-109618 muncul saat sistem mengalami kehabisan memori (out-of-memory), sehingga memungkinkan penyerang mengirimkan permintaan khusus tanpa autentikasi. Sementara CVE-2026-109619 terjadi karena PHP masih mencoba mengakses memori yang telah dilepaskan, menciptakan celah bagi eksekusi kode berbahaya dari jarak jauh tanpa izin. Kedua celah ini dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih kendali server jika tidak segera diperbaiki.

Versi PHP yang terdampak mencakup semua rilis dari PHP 8.1 hingga 8.5, termasuk versi yang sudah berhenti dukungan resmi (end-of-life). BSSN menegaskan bahwa penggunaan versi lama tanpa pembaruan merupakan ancaman utama. Untuk mengurangi risiko, lembaga menyarankan pembaruan langsung ke versi terkini yang telah diperbaiki, seperti PHP 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, atau 8.2.35. Jika pembaruan belum memungkinkan, isolasi layanan dari jaringan publik menjadi langkah mitigasi sementara.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung peringatan BSSN dan menekankan bahwa hanya pembaruan keamanan resmi yang efektif menutup celah tersebut. Komdigi menegaskan bahwa modifikasi konfigurasi saja tidak cukup untuk menjamin perlindungan menyeluruh. Pemilik dan pengelola sistem diminta memprioritaskan pembaruan PHP yang terdampak untuk mencegah potensi kebocoran data, penyalahgunaan layanan, atau penyebaran malware secara massal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya