Dua Tahun Jabatan Gibran: Antara Harapan dan Realitas Kinerja
Dua tahun menjabat sebagai wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka diuji oleh ekspektasi tinggi, namun kinerjanya terbatas pada aktivitas simbolis dan pengelolaan pengaduan publik tanpa pengaruh substantif terhadap kebijakan strategis.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dua tahun sejak dilantik sebagai wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka belum mampu menunjukkan peran yang melebihi batas simbolik dalam struktur pemerintahan. Meski berada di posisi nomor dua negara, konstitusi tidak memberikan kewenangan eksplisit, sehingga fungsinya sepenuhnya bergantung pada arahan presiden. Dalam praktiknya, Gibran kerap menegaskan bahwa visi dan programnya hanya menyelaraskan dengan Presiden Prabowo Subianto, tanpa menampilkan visi mandiri. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa perannya lebih sebagai pelengkap daripada aktor strategis dalam pemerintahan.
Salah satu inisiatif yang menjadi sorotan publik adalah program Lapor Mas Wapres, yang diluncurkan pada November 2024. Awalnya, program ini mengharuskan warga datang langsung ke posko di kompleks Istana Wakil Presiden, namun antusiasme tinggi membuat kuota harian dibatasi hanya 50–60 orang. Karena ketidakmampuan menampung permintaan, sistem pun berubah menjadi digital: pengaduan harus didaftarkan secara daring, diverifikasi, lalu ditayangkan melalui kanal YouTube. Meski dianggap sebagai bentuk responsif terhadap aspirasi rakyat, program ini justru dikritik karena kurangnya transparansi dalam penindaklanjutan dan tidak ada indikasi perubahan kebijakan dari aduan tersebut.
Kegiatan publik Gibran juga cenderung berfokus pada momen-momen sosial dan simbolis. Ia tercatat menghadiri acara mancing gratis di Bekasi, menyapa warga di tengah perayaan Sumpah Pemuda, serta makan siang bersama 280 pengemudi ojek daring di Batam. Dalam video-video tersebut, tidak terdapat pidato atau arahan kebijakan, hanya interaksi langsung dengan masyarakat. Kunjungan lainnya meliputi peninjauan proyek pemerintah, lokasi bencana, pasar tradisional, serta berbagai acara seperti rakernas, muktamar, dan perayaan keagamaan. Namun, dari seluruh aktivitas itu, tidak ada catatan konkret tentang keputusan kebijakan yang dihasilkan atau dampak langsung terhadap tata kelola negara.
Secara formal, Gibran baru lima kali memimpin rapat koordinasi dalam dua tahun terakhir. Rapat pertama membahas penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, di mana ia menekankan pentingnya logistik dan antisipasi banjir lahar. Rapat kedua adalah perencanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), di mana ia menyoroti kelemahan dalam pendekatan hulu, seperti pencarian bakat, serta kebutuhan perbaikan kurikulum pendidikan olahraga. Dua rapat lainnya berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis dan pelayanan kesehatan. Meski ada kehadiran formal, tidak ada bukti bahwa hasil rapat tersebut mendorong perubahan kebijakan yang signifikan.
Kehadiran Gibran sebagai wakil presiden kini dinilai lebih menekankan pada representasi daripada konsistensi operasional. Meskipun berbagai aktivitas dilakukan, mayoritas tidak berdampak langsung terhadap kebijakan strategis atau reformasi institusional. Dengan posisi yang tidak diatur secara tegas dalam konstitusi, keberadaannya tetap bergantung pada kebijakan presiden. Jika tidak ada dorongan kuat dari eksekutif atau konsensus politik, kemungkinan besar perannya akan tetap terbatas pada simbolisme dan komunikasi publik tanpa ruang substansial dalam pemerintahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

