Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekonomi 2027 Diproyeksikan Tumbuh 5,2–6% oleh BI

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,2–6% pada 2027 dengan inflasi 1,5–3,5% dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.300–17.800 per dolar AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ekonomi 2027 Diproyeksikan Tumbuh 5,2–6% oleh BI
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional di tahun 2027, menilai sektor riil masih memiliki potensi tumbuh signifikan meskipun di tengah ketidakpastian global. Proyeksi tersebut didasarkan pada fondasi ekonomi yang terus memperkuat, termasuk stabilitas makroekonomi dan kinerja sektor ekspor yang menunjukkan perbaikan. Guna mendukung pertumbuhan tersebut, BI menekankan pentingnya kebijakan moneter yang tetap akomodatif namun tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga.

Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI bahwa pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan berada pada rentang 5,2 hingga 6%. Angka ini didukung oleh proyeksi inflasi yang terkendali antara 1,5% hingga 3,5%, serta nilai tukar rupiah yang diperkirakan berada pada kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS. Stabilitas nilai tukar ini menjadi indikator penting bagi kepercayaan investor dan kesehatan neraca perdagangan.

Destry menilai kondisi ekonomi global pada 2027 akan lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan global diproyeksikan mencapai 3,3%. Penurunan risiko geopolitik dan pemulihan persepsi risiko investasi diperkirakan akan mendorong arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini turut memperkuat daya tarik aset lokal dan membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran.

Di tengah dinamika global, BI menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang terukur dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut harus mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat struktur ekonomi domestik, serta memperbesar daya saing sektor riil. Dengan fundamental ekonomi yang semakin kokoh, Indonesia dinilai mampu mempertahankan momentum pertumbuhan meskipun menghadapi tekanan dari perubahan kebijakan moneter global.

Kebijakan yang dijalankan BI tetap berfokus pada tiga pilar utama: menjaga kestabilan nilai tukar, menekan inflasi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif. Proyeksi 2027 menjadi acuan strategis bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam menyusun kebijakan fiskal dan struktural yang sinergis. Dengan komitmen bersama, Indonesia siap memanfaatkan peluang global untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya