Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekonomi Biru Indonesia Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Berkelanjutan

Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi biru, namun realisasi maksimal membutuhkan sinergi pemerintah, sektor swasta, dan pembiayaan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ekonomi Biru Indonesia Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Berkelanjutan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia menunjukkan posisi strategis sebagai calon pemimpin global dalam ekonomi biru, seiring dengan kekayaan sumber daya kelautan yang melimpah. Menurut perwakilan Standard Chartered Indonesia, potensi tersebut dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jika didukung oleh kerja sama yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Dalam forum internasional di Jakarta, pihaknya menekankan pentingnya inovasi pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong investasi di sektor kelautan dan pesisir.

Pendekatan berkelanjutan, kata pemimpin perusahaan, harus melibatkan pengembangan rantai nilai yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat pesisir. Pembiayaan yang tepat akan membuka peluang ekonomi inklusif, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha lokal, sekaligus menjaga kesehatan ekosistem laut. Tanpa pendekatan yang terukur, pertumbuhan ekonomi biru berisiko merusak sumber daya alam yang menjadi fondasi utamanya.

Kepemimpinan dalam konservasi juga menjadi kunci utama, menurut perwakilan Konservasi Indonesia. Ia menekankan bahwa pendanaan harus disertai evaluasi dampak ekologis yang transparan dan akuntabel. Sektor seperti akuakultur, termasuk budidaya rumput laut, membutuhkan pendekatan pembiayaan yang berkelanjutan agar dapat berkembang secara luas tanpa merusak ekosistem. Keterpaduan antara keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi menjadi prasyarat utama.

Dalam jangka panjang, keberhasilan ekonomi biru Indonesia bergantung pada kemitraan yang kokoh antara berbagai pemangku kepentingan. Dengan pendekatan yang terukur, inovasi pembiayaan, dan komitmen bersama, sektor kelautan dapat menjadi mesin pertumbuhan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian laut bagi generasi mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya