Ekonomi Digital dan Penanganan Karhutla Jadi Fokus Utama Pemerintah
Pemerintah memperkuat strategi penanganan karhutla melalui operasi water bombing dan mitigasi transportasi udara, sementara ekonomi digital ditetapkan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi hingga 2027.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 89x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali memperkuat respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Sebanyak 26 kali misi pemadaman udara telah dilaksanakan dalam sehari, fokus pada wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran asap yang mengancam keselamatan penerbangan dan kesehatan masyarakat.
Dalam konteks yang sama, Kementerian Perhubungan melaporkan dampak luas karhutla terhadap transportasi udara, dengan 2.458 penerbangan terganggu akibat kabut asap. Langkah pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman, sekaligus mendorong koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat lingkungan.
Di bidang ekonomi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi mesin utama pencapaian pertumbuhan ekonomi 6,0 persen pada 2027. Fokusnya berada pada peningkatan investasi, produktivitas, dan ekspor berbasis nilai tambah, yang diharapkan mampu mengakselerasi transformasi struktural ekonomi nasional.
Sementara itu, upaya penguatan sektor maritim juga digenjot melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah pesisir. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan target peningkatan nilai tukar nelayan (NTN) dari 103 menjadi 120 pada 2027 sebagai bentuk perbaikan kesejahteraan dan penguatan posisi nelayan lokal dalam persaingan ekonomi maritim.
Pemerintah juga mendorong penguasaan teknologi domestik, termasuk pengolahan sampah menjadi energi, melalui transfer pengetahuan dan pembinaan sumber daya manusia. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dan membangun industri nasional yang mandiri serta berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

