Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekonomi Digital dan Penanganan Karhutla Jadi Fokus Utama Pemerintah

Pemerintah memperkuat strategi penanganan karhutla melalui operasi water bombing dan mitigasi transportasi udara, sementara ekonomi digital ditetapkan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi hingga 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 89x dibuka
Ekonomi Digital dan Penanganan Karhutla Jadi Fokus Utama Pemerintah📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali memperkuat respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan operasi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Sebanyak 26 kali misi pemadaman udara telah dilaksanakan dalam sehari, fokus pada wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran asap yang mengancam keselamatan penerbangan dan kesehatan masyarakat.

Dalam konteks yang sama, Kementerian Perhubungan melaporkan dampak luas karhutla terhadap transportasi udara, dengan 2.458 penerbangan terganggu akibat kabut asap. Langkah pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan tetap aman, sekaligus mendorong koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat lingkungan.

Di bidang ekonomi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi digital akan menjadi mesin utama pencapaian pertumbuhan ekonomi 6,0 persen pada 2027. Fokusnya berada pada peningkatan investasi, produktivitas, dan ekspor berbasis nilai tambah, yang diharapkan mampu mengakselerasi transformasi struktural ekonomi nasional.

Sementara itu, upaya penguatan sektor maritim juga digenjot melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah pesisir. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan target peningkatan nilai tukar nelayan (NTN) dari 103 menjadi 120 pada 2027 sebagai bentuk perbaikan kesejahteraan dan penguatan posisi nelayan lokal dalam persaingan ekonomi maritim.

Pemerintah juga mendorong penguasaan teknologi domestik, termasuk pengolahan sampah menjadi energi, melalui transfer pengetahuan dan pembinaan sumber daya manusia. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dan membangun industri nasional yang mandiri serta berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya