Ekonomi Global 2026 Tertekan, BI Proyeksikan Pemulihan Mulai 2027
Gubernur BI memperkirakan perekonomian global masih lesu pada 2026 akibat konflik geopolitik, namun membaik di 2027 dengan pertumbuhan diperkirakan mencapai 3,4 persen.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi perekonomian dunia pada tahun 2026 diperkirakan tetap menghadapi tantangan berat, menurut pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI. Ia menyebut prospek ekonomi global pada tahun ini masih suram, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang belum mereda, terutama di wilayah Timur Tengah serta konflik antara Rusia dan Ukraina. Tekanan tersebut berdampak langsung pada stabilitas pasar komoditas dan inflasi global yang diperkirakan mencapai 4,6 persen.
Dampak inflasi tinggi mendorong berbagai bank sentral, termasuk The Federal Reserve, untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Pada September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, mencerminkan kebijakan "higher for longer" yang berlanjut dalam waktu cukup panjang. Kondisi ini memicu aliran modal dari negara berkembang ke aset-aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS dan emas, fenomena yang dikenal sebagai *flight to quality*.
Peningkatan suku bunga global berpotensi menekan arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga berdampak pada keseimbangan neraca pembayaran. BI menyadari risiko tersebut dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi untuk menyerap tekanan eksternal. Namun, pihaknya optimistis bahwa kondisi akan berubah jika tekanan geopolitik mulai mereda dalam dua tahun ke depan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2027 diperkirakan mencapai 3,4 persen, meningkat dari proyeksi 3 persen pada 2026. Angka ini selaras dengan perkiraan Bank Dunia yang memproyeksikan pertumbuhan 2,8 persen di tahun tersebut, serta IMF yang memperkirakan angka serupa, 3,4 persen. BI menilai perbaikan tersebut didorong oleh pelonggaran ketegangan global dan kembali stabilnya pasar keuangan internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Klaim Asuransi SIM? Ini Langkah Mudahnya
Pemegang SIM dengan asuransi AKDP bisa klaim santunan hingga Rp7 juta jika mengalami kecelakaan, meninggal, atau cacat tetap, dengan prosedur dan dokumen tertentu.
29 September 2026

PPN Digital Lintas Batas Resmi Berlaku, DJP Catat 260 Platform Daftar
Pemerintah mulai memungut PPN atas transaksi digital lintas batas sejak 25 September 2026, dengan 260 platform sudah mendaftar sebagai pemungut pajak.
29 September 2026

Uji Coba Sekolah Gratis 2027 Ditetapkan di Wilayah 3T
Pemerintah dan DPR resmi menetapkan uji coba pendidikan gratis mulai 2027 dengan anggaran Rp5 triliun untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
29 September 2026

Rupiah Melemah dan Bunga Tinggi Tekan Daya Saing Galangan Kapal
Pelemahan rupiah dan suku bunga perbankan tinggi memperparah tekanan biaya produksi di industri galangan kapal nasional, mengancam daya saing dalam negeri.
29 September 2026
Berita Lainnya

Proses Balik Nama dan Mutasi Sepeda Motor, Ini Syarat dan Langkahnya
Selasa, 29 September 2026, 15.41 WITA

Biaya Perbaikan Baterai Mobil Listrik Tua Melebihi Nilai Jual Bekas
Selasa, 29 September 2026, 15.40 WITA

Refund Kuota Dikhawatirkan Tidak Praktis, ATSI Minta Penjelasan Klarifikasi
Selasa, 29 September 2026, 15.34 WITA

60 Layanan Digital Dinilai Berisiko bagi Anak, 22 Ditetapkan Tinggi
Selasa, 29 September 2026, 15.34 WITA

BRILink Agen di Semarang Edukasi Warga Antisipasi Penipuan
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Prabowo Bahas Strategi Penanganan Narkoba dengan Menteri dan Kepala BNN
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Tersangka Kelima Kasus Nikel Diduga Terlibat Penyalahgunaan Wewenang
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

Pertempuran Hebat di Baidoa Libatkan Jet dan Drone
Selasa, 29 September 2026, 15.33 WITA

