Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekonomi RI Tumbuh Kuat di Tengah Gejolak Global

Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,29% pada kuartal II-2026, di tengah tekanan global yang tinggi dan kondisi tak terduga di berbagai belahan dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ekonomi RI Tumbuh Kuat di Tengah Gejolak Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi perekonomian dunia yang kian tidak menentu menjadi perhatian utama dalam pertemuan G20 yang baru saja dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Ia menegaskan bahwa dunia saat ini tidak lagi menghadapi ketidakpastian biasa, melainkan fase unpredictability—situasi yang sulit diprediksi dan berubah secara tiba-tiba. Gejolak ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah, terus memberi tekanan pada berbagai negara, termasuk Indonesia.

Namun, di tengah tantangan tersebut, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada kuartal II-2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29%, melanjutkan tren positif dari kuartal I yang mencatatkan angka 5,6%. Angka ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang solid, meskipun berada di bawah tekanan global yang berkelanjutan. Pertumbuhan ini didukung oleh sejumlah sektor strategis yang terus berkontribusi, termasuk sektor manufaktur, pertanian, dan layanan.

Inflasi dalam negeri juga tetap terkendali, berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Kondisi ini menjadi indikator kestabilan makroekonomi yang penting dalam menjaga kepercayaan investor dan daya beli masyarakat. Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%, sementara inflasi tetap dipertahankan dalam batas yang aman.

Filianingsih menekankan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap risiko global yang semakin kompleks. Ia menggambarkan situasi dunia saat ini seperti perjalanan bajaj di Jakarta—tak bisa diprediksi arahnya, karena bisa saja melaju lurus atau tiba-tiba berbelok tanpa aba-aba. “Yang tahu arahnya hanya supir bajaj dan Tuhan,” katanya, menggambarkan ketidakpastian yang kini menjadi ciri khas ekonomi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya