Ekonomi RI Tumbuh Kuat di Tengah Gejolak Global
Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,29% pada kuartal II-2026, di tengah tekanan global yang tinggi dan kondisi tak terduga di berbagai belahan dunia.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi perekonomian dunia yang kian tidak menentu menjadi perhatian utama dalam pertemuan G20 yang baru saja dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Ia menegaskan bahwa dunia saat ini tidak lagi menghadapi ketidakpastian biasa, melainkan fase unpredictability—situasi yang sulit diprediksi dan berubah secara tiba-tiba. Gejolak ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah, terus memberi tekanan pada berbagai negara, termasuk Indonesia.
Namun, di tengah tantangan tersebut, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada kuartal II-2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29%, melanjutkan tren positif dari kuartal I yang mencatatkan angka 5,6%. Angka ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang solid, meskipun berada di bawah tekanan global yang berkelanjutan. Pertumbuhan ini didukung oleh sejumlah sektor strategis yang terus berkontribusi, termasuk sektor manufaktur, pertanian, dan layanan.
Inflasi dalam negeri juga tetap terkendali, berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Kondisi ini menjadi indikator kestabilan makroekonomi yang penting dalam menjaga kepercayaan investor dan daya beli masyarakat. Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%, sementara inflasi tetap dipertahankan dalam batas yang aman.
Filianingsih menekankan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap risiko global yang semakin kompleks. Ia menggambarkan situasi dunia saat ini seperti perjalanan bajaj di Jakarta—tak bisa diprediksi arahnya, karena bisa saja melaju lurus atau tiba-tiba berbelok tanpa aba-aba. “Yang tahu arahnya hanya supir bajaj dan Tuhan,” katanya, menggambarkan ketidakpastian yang kini menjadi ciri khas ekonomi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


