Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

El Mansouri Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Maroko

Fatima Ezzahra El Mansouri resmi menjabat perdana menteri pertama perempuan di Maroko, setelah partainya meraih hasil terbaik dalam pemilu dan harus membentuk koalisi untuk memimpin pemerintahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
El Mansouri Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Maroko📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Raja Maroko Mohammed VI secara resmi menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri, menjadikannya perempuan pertama dalam sejarah negara itu yang memegang jabatan tertinggi di pemerintahan. Penunjukan ini juga menandai posisi kedua bagi perempuan di kawasan Arab yang menjabat sebagai kepala pemerintahan, menegaskan langkah maju dalam transformasi politik Maroko. El Mansouri, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri tata kota dan wali kota Marrakesh, berusia 50 tahun saat dilantik.

Dalam pidato menyampaikan keberhasilan jabatannya, El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai momen bersejarah bagi bangsa Maroko. Ia menegaskan bahwa kehadirannya sebagai pemimpin bukan hanya simbol, tetapi juga komitmen terhadap perubahan dan kesetaraan. “Ini adalah kebanggaan yang luar biasa bagi saya, dan lebih dari itu, bagi semua perempuan di Maroko yang berharap dapat berkontribusi dalam membentuk masa depan negara,” ujarnya dalam siaran langsung di televisi nasional.

Penunjukan El Mansouri dilakukan empat hari setelah hasil pemilihan umum diumumkan, di mana Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), yang dipimpinnya, berhasil meraih 97 kursi dari total 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Meskipun menjadi partai dengan perolehan terbanyak, jumlah kursi tersebut belum mencapai mayoritas mutlak yang dibutuhkan, yaitu 198 kursi. Oleh karena itu, tugas utama El Mansouri setelah dilantik adalah membentuk koalisi pemerintahan untuk memastikan stabilitas dan kelancaran tata kelola negara.

Dengan latar belakang kebijakan kota dan pengalaman manajerial di tingkat lokal, El Mansouri diharapkan mampu menjembatani berbagai kepentingan politik dan mendorong kebijakan yang inklusif. Penunjukannya juga menjadi indikasi kuat bahwa Maroko terus berkomitmen pada penguatan peran perempuan dalam ranah kepemimpinan tingkat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya