Empat Perusahaan Diselidiki, Tuntutan Tegas Hadapi Karhutla di Kalimantan
Pemerintah memproses empat perusahaan di Kalimantan Barat terkait karhutla, tetapi pengamat menekankan perlunya penindakan menyeluruh terhadap puluhan korporasi lain yang diduga terlibat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah memulai penyelidikan terhadap empat perusahaan di Kalimantan Barat yang diduga menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan sejak awal Agustus 2026. Menteri Sekretaris Negara menyatakan bahwa proses hukum sedang berjalan, dan jika terbukti melanggar, izin operasional bisa dicabut. Langkah ini diambil sebagai respons atas kegawatdaruratan lingkungan yang terus berlanjut meski Presiden telah meninjau langsung lokasi kebakaran.
Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke Kabupaten Kubu Raya, menekankan perlunya penanganan cepat dan optimal terhadap karhutla, khususnya di area gambut yang sulit dipadamkan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk mempercepat upaya pemadaman, termasuk menambah jumlah personel TNI dan helikopter water bombing. Operasi modifikasi cuaca juga diperluas untuk mempercepat turunnya hujan.
Data dari BNPB menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, terdapat 198 titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi, ditambah 3.100 titik dengan kepercayaan menengah dan 406 titik dengan tingkat rendah. Sementara itu, Bareskrim Polri telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka karena diduga sengaja membakar lahan untuk mempermudah pembukaan perkebunan.
Namun, sejumlah lembaga swadaya masyarakat menilai bahwa fokus hanya pada empat perusahaan terlalu sempit. Koordinator Kampanye Walhi Nasional menegaskan bahwa 74% titik api sejak Juli 2026 berada di kawasan konsesi perusahaan, termasuk sektor sawit dan tambang. Dengan ratusan konsesi yang teridentifikasi, ia meminta pemerintah tidak melakukan seleksi dalam penegakan hukum dan menekan agar semua pelaku, baik perorangan maupun korporasi, ditindak secara tegas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026

Arab Saudi Kembali Buka Bandara Internasional Riyadh Setelah Serangan Drone
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali beroperasi untuk penerbangan domestik dan internasional, meski masih terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal dari milisi Houthi di Yaman.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dewa United Evaluasi Kekalahan dari Arema FC
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.21 WITA

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.10 WITA

