Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Enam Orang Ditangkap Terkait Penembakan Anggota Ormas di Deli Serdang

Enam orang telah diamankan polisi terkait penembakan anggota ormas yang tewas di Tanjung Morawa, Deli Serdang, sementara pelaku utama masih dalam pengejaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
Enam Orang Ditangkap Terkait Penembakan Anggota Ormas di Deli Serdang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) berinisial DS meninggal dunia setelah ditembak di dalam mobil di wilayah Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Peristiwa terjadi pada Minggu malam, 18 Oktober, dan langsung menjadi perhatian publik setelah video kejadian viral di media sosial. Kepolisian setempat menyatakan bahwa korban tewas akibat luka tembak yang mengenai bagian tubuh kritis saat sedang berada di dalam kendaraan.

Kini, pihak kepolisian telah menangkap enam orang terkait kasus tersebut. Keenam tersangka diamankan secara terpisah dan saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut. Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, penangkapan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelidikan menyeluruh atas peristiwa yang mengguncang wilayah tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, keenam orang tersebut masih berstatus saksi, namun keterlibatan mereka sedang dievaluasi secara mendalam.

Polisi masih memburu satu pelaku utama yang diduga menjadi otak penembakan dan telah melarikan diri setelah kejadian. Motif penembakan masih dalam proses pengungkapan, sementara penyidik terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai sumber. Sebelumnya, beredar klaim bahwa tiga orang menjadi korban dalam insiden ini, namun hanya satu korban tewas yang dikonfirmasi secara resmi. Salah satu keluarga korban sempat terlihat emosional di rumah sakit dan mengancam akan melakukan balas dendam, yang turut memicu kekhawatiran masyarakat.

Peristiwa ini menimbulkan gelombang protes dan kegaduhan di kalangan masyarakat, terutama terkait keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut. Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan independen, tanpa tekanan dari luar. Penyidikan tetap berjalan dengan fokus pada pengungkapan identitas pelaku utama dan menentukan motif di balik tindakan kekerasan tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya