Evakuasi Putra Netanyahu dari AS karena Ancaman Serius
Yair Netanyahu dievakuasi dari Florida ke Israel karena ancaman pembunuhan dari Iran, sementara kritik terus menghampiri gaya hidupnya yang dianggap mewah dan tidak proporsional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Putra perdana menteri Israel, Yair Netanyahu, telah dipindahkan secara mendadak dari Florida ke negaranya setelah dinas keamanan dalam negeri, Shin Bet, mengonfirmasi adanya ancaman serius terhadap nyawanya. Keputusan evakuasi diambil setelah penilaian risiko yang mendalam, menyusul informasi mengenai potensi upaya pembunuhan yang berasal dari kelompok yang didukung Iran. Seluruh tim pengawal yang menjaga dirinya juga ikut dievakuasi bersama, menandai langkah antisipatif yang dilakukan otoritas keamanan Israel terhadap ancaman lintas batas.
Kehadiran Yair di Amerika Serikat sejak Maret 2023 telah memicu kontroversi di dalam parlemen Israel. Ia tinggal di apartemen mewah dengan biaya tinggi, yang menimbulkan kecurigaan publik mengenai penggunaan dana negara untuk kebutuhan pribadinya. Anggota Knesset dari partai oposisi, Naama Lazimi, menyoroti hal ini dalam sidang parlemen, menanyakan sumber pembiayaan untuk perjalanan dan tinggal ibu Yair, Sara Netanyahu, yang juga berada di luar negeri selama dua bulan. Ia mempertanyakan alokasi anggaran dan transparansi keuangan yang digunakan untuk mendukung keluarga pejabat tinggi.
Pertanyaan serupa muncul mengenai anggaran pengawalan pribadi yang diberikan kepada Yair, yang diketahui mencapai sekitar 2,5 juta shekel setahun—setara lebih dari Rp11 miliar. Lazimi menekankan bahwa alokasi dana tersebut dinilai tidak seimbang dengan kinerja publik dan berpotensi merusak citra institusi kekuasaan. Ia juga menyoroti kejadian di masa lalu, termasuk rekaman yang menampilkan Yair dalam kondisi mabuk, mengungkapkan kesepakatan gas senilai miliaran dolar AS yang diklaim berasal dari ayahnya, serta menyebutkan permintaan uang untuk penari telanjang.
Rekaman tersebut, yang tersebar melalui media lokal Israel, memperlihatkan percakapan Yair di dalam mobil lapis baja milik kantor perdana menteri, dengan pengemudi dan petugas keamanan yang juga dibiayai negara. Pernyataan itu memicu kemarahan di kalangan politisi dan publik, termasuk Tamar Zandberg dari partai Meretz, yang menyebut perilaku Yair sebagai bentuk hedonisme dan penghinaan terhadap nilai-nilai publik. Ia menegaskan bahwa sikap seperti itu mencerminkan kegagalan moral dalam mendidik generasi penerus pemimpin.
Ketidaksetujuan terhadap pengawalan tetap yang dibiayai negara juga pernah disampaikan oleh Yoram Cohen, mantan kepala Shin Bet, yang menyarankan agar pengawalan anak-anak pejabat tinggi tidak lagi menjadi prioritas. Namun rekomendasi tersebut ditolak. Kini, evakuasi Yair menjadi bukti nyata bahwa ancaman terhadap keluarga pejabat tinggi tidak hanya bersifat politis, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan fisik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

