Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Evakuasi Putra Netanyahu dari AS karena Ancaman Serius

Yair Netanyahu dievakuasi dari Florida ke Israel karena ancaman pembunuhan dari Iran, sementara kritik terus menghampiri gaya hidupnya yang dianggap mewah dan tidak proporsional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Evakuasi Putra Netanyahu dari AS karena Ancaman Serius📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Putra perdana menteri Israel, Yair Netanyahu, telah dipindahkan secara mendadak dari Florida ke negaranya setelah dinas keamanan dalam negeri, Shin Bet, mengonfirmasi adanya ancaman serius terhadap nyawanya. Keputusan evakuasi diambil setelah penilaian risiko yang mendalam, menyusul informasi mengenai potensi upaya pembunuhan yang berasal dari kelompok yang didukung Iran. Seluruh tim pengawal yang menjaga dirinya juga ikut dievakuasi bersama, menandai langkah antisipatif yang dilakukan otoritas keamanan Israel terhadap ancaman lintas batas.

Kehadiran Yair di Amerika Serikat sejak Maret 2023 telah memicu kontroversi di dalam parlemen Israel. Ia tinggal di apartemen mewah dengan biaya tinggi, yang menimbulkan kecurigaan publik mengenai penggunaan dana negara untuk kebutuhan pribadinya. Anggota Knesset dari partai oposisi, Naama Lazimi, menyoroti hal ini dalam sidang parlemen, menanyakan sumber pembiayaan untuk perjalanan dan tinggal ibu Yair, Sara Netanyahu, yang juga berada di luar negeri selama dua bulan. Ia mempertanyakan alokasi anggaran dan transparansi keuangan yang digunakan untuk mendukung keluarga pejabat tinggi.

Pertanyaan serupa muncul mengenai anggaran pengawalan pribadi yang diberikan kepada Yair, yang diketahui mencapai sekitar 2,5 juta shekel setahun—setara lebih dari Rp11 miliar. Lazimi menekankan bahwa alokasi dana tersebut dinilai tidak seimbang dengan kinerja publik dan berpotensi merusak citra institusi kekuasaan. Ia juga menyoroti kejadian di masa lalu, termasuk rekaman yang menampilkan Yair dalam kondisi mabuk, mengungkapkan kesepakatan gas senilai miliaran dolar AS yang diklaim berasal dari ayahnya, serta menyebutkan permintaan uang untuk penari telanjang.

Rekaman tersebut, yang tersebar melalui media lokal Israel, memperlihatkan percakapan Yair di dalam mobil lapis baja milik kantor perdana menteri, dengan pengemudi dan petugas keamanan yang juga dibiayai negara. Pernyataan itu memicu kemarahan di kalangan politisi dan publik, termasuk Tamar Zandberg dari partai Meretz, yang menyebut perilaku Yair sebagai bentuk hedonisme dan penghinaan terhadap nilai-nilai publik. Ia menegaskan bahwa sikap seperti itu mencerminkan kegagalan moral dalam mendidik generasi penerus pemimpin.

Ketidaksetujuan terhadap pengawalan tetap yang dibiayai negara juga pernah disampaikan oleh Yoram Cohen, mantan kepala Shin Bet, yang menyarankan agar pengawalan anak-anak pejabat tinggi tidak lagi menjadi prioritas. Namun rekomendasi tersebut ditolak. Kini, evakuasi Yair menjadi bukti nyata bahwa ancaman terhadap keluarga pejabat tinggi tidak hanya bersifat politis, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan fisik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya