Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Evaluasi Menyeluruh Atas Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus

Pemerintah mempercepat evaluasi kinerja beberapa kawasan ekonomi khusus yang belum menunjukkan perkembangan optimal, termasuk Lido, dengan fokus pada peningkatan kunjungan wisatawan dan realisasi investasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 61x dibuka
Evaluasi Menyeluruh Atas Kinerja Kawasan Ekonomi Khusus📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sedang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kinerja sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dinilai belum berjalan sesuai harapan. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan target pembangunan dan daya tarik ekonomi tercapai secara efektif, meskipun belum disebutkan secara rinci nama-nama kawasan yang menjadi fokus.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah KEK Lido, yang hingga 2027 diproyeksikan menarik kunjungan wisatawan sebanyak 220.000 orang dengan nilai ekonomi mencapai Rp352 miliar. Angka ini masih jauh di bawah potensi lain seperti KEK Mandalika yang menargetkan 1,6 juta pengunjung dengan nilai ekonomi Rp8,6 triliun, atau KEK Tanjung Lesung dengan proyeksi 1,5 juta kunjungan dan nilai ekonomi Rp3 triliun.

Dalam konteks investasi, realisasi hingga September 2026 mencapai Rp46 triliun, atau sekitar 67% dari target tahunan sebesar Rp69,1 triliun. Data dari Rapat Kerja Nasional menunjukkan penurunan realisasi investasi sebesar 9,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencatatkan capaian Rp50,6 triliun hingga triwulan III-2025. Hal ini menjadi alasan utama peningkatan evaluasi terhadap kinerja KEK secara keseluruhan.

Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat percepatan pembangunan dan pemasaran di kawasan yang belum optimal, termasuk melalui peningkatan fasilitas, insentif, dan promosi terhadap potensi wisata dan ekonomi lokal. Tujuannya adalah memaksimalkan kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan devisa negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya