Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Evaluasi Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Dipercepat

Pemprov DKI menunda resmi launching LRT Kelapa Gading-Manggarai untuk evaluasi tarif guna menyeimbangkan subsidi dan penerimaan publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Evaluasi Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Dipercepat
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menunda peresmian operasional LRT rute Kelapa Gading-Manggarai guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur tarif yang berlaku. Gubernur Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi memastikan besaran tarif yang diterapkan tidak memberatkan anggaran subsidi daerah, sekaligus tetap layak secara sosial bagi masyarakat pengguna. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap tingkat penerimaan publik terhadap tarif yang telah ditetapkan sementara.

Sebelumnya, tarif khusus sebesar Rp8 telah diterapkan sebagai bagian dari strategi sosialisasi terhadap rute baru tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul belum rampungnya sejumlah fasilitas pendukung meskipun pembangunan jalur dan rel telah selesai. Tarif khusus tersebut hanya berlaku sementara, sebelum resmi dioperasikan secara penuh. Setelah peresmian, tarif tetap akan berlaku flat Rp5.000 hingga Oktober 2026, sesuai rencana awal.

Setelah masa tersebut, Pemprov DKI akan kembali meninjau besaran tarif berdasarkan data penggunaan dan kondisi keuangan operasional. Pramono optimistis, dengan tarif sosialisasi Rp8, jumlah penumpang harian bisa mencapai lebih dari 40.000 orang dalam waktu singkat, sekaligus mendorong adopsi moda transportasi massal yang lebih berkelanjutan.

Peresmian yang awalnya dijadwalkan 26 Agustus 2026 kini ditunda untuk memastikan seluruh aspek operasional telah siap. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap kesiapan layanan, keamanan, dan infrastruktur pendukung agar kehadiran LRT benar-benar dapat dinikmati masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya