Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Flying Disc Resmi Tampilkan Diri di SEA Games 2025

Olahraga piring terbang atau flying disc tampil sebagai cabor demonstrasi pertama kalinya di SEA Games ke-33 Thailand 2025, menawarkan dua format kompetisi utama: Disc Golf dan Ultimate.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Flying Disc Resmi Tampilkan Diri di SEA Games 2025
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Olahraga piring terbang atau flying disc secara resmi hadir sebagai cabang demonstrasi dalam perhelatan SEA Games ke-33 yang akan berlangsung di Thailand pada 2025. Ini merupakan langkah bersejarah karena pertama kalinya disiplin olahraga yang berasal dari permainan kasual mahasiswa di Amerika Serikat itu dipertandingkan secara formal di ajang multi-olahraga regional. Pertandingan akan digelar di kawasan Bangkok dan sekitarnya, menandai eksistensi kompetisi yang telah lama berkembang secara global.

Dua format utama yang dipilih untuk dipertandingkan adalah Disc Golf dan Ultimate. Disc Golf menyerupai permainan golf konvensional, namun pemain melempar piring terbang ke dalam keranjang target dengan jumlah lemparan seefisien mungkin. Sementara itu, Ultimate dimainkan oleh dua tim masing-masing beranggotakan tujuh pemain yang saling beroperan di lapangan persegi panjang tanpa boleh berlari. Poin dicatat ketika operan berhasil mencapai zona akhir lawan tanpa terjatuh atau diintersepsi.

Asal mula flying disc bermula dari penggunaan loyang pai Frisbie oleh mahasiswa Universitas Connecticut pada 1871, yang kemudian berkembang menjadi permainan populer dan dikenal sebagai Frisbee. Seiring waktu, alat berbahan plastik komersial muncul, mempercepat transformasi dari permainan rekreasi menjadi olahraga kompetitif. Kini, olahraga ini telah diakui secara internasional dan diatur oleh The World Flying Disc Federation (WFDF), lembaga global yang didirikan sejak 1985.

Di Indonesia, meskipun flying disc sudah dikenal sejak lama, perkembangannya masih terbatas. Komunitas pemainnya masih didominasi oleh siswa sekolah internasional, sehingga penetrasi ke berbagai daerah belum merata. Namun, dengan hadirnya cabang ini di ajang SEA Games, diharapkan dapat memicu pertumbuhan lebih pesat, menarik minat generasi muda, serta membuka peluang untuk pembinaan atlet secara sistematis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya