Flying Disc Resmi Tampilkan Diri di SEA Games 2025
Olahraga piring terbang atau flying disc tampil sebagai cabor demonstrasi pertama kalinya di SEA Games ke-33 Thailand 2025, menawarkan dua format kompetisi utama: Disc Golf dan Ultimate.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.56 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Olahraga piring terbang atau flying disc secara resmi hadir sebagai cabang demonstrasi dalam perhelatan SEA Games ke-33 yang akan berlangsung di Thailand pada 2025. Ini merupakan langkah bersejarah karena pertama kalinya disiplin olahraga yang berasal dari permainan kasual mahasiswa di Amerika Serikat itu dipertandingkan secara formal di ajang multi-olahraga regional. Pertandingan akan digelar di kawasan Bangkok dan sekitarnya, menandai eksistensi kompetisi yang telah lama berkembang secara global.
Dua format utama yang dipilih untuk dipertandingkan adalah Disc Golf dan Ultimate. Disc Golf menyerupai permainan golf konvensional, namun pemain melempar piring terbang ke dalam keranjang target dengan jumlah lemparan seefisien mungkin. Sementara itu, Ultimate dimainkan oleh dua tim masing-masing beranggotakan tujuh pemain yang saling beroperan di lapangan persegi panjang tanpa boleh berlari. Poin dicatat ketika operan berhasil mencapai zona akhir lawan tanpa terjatuh atau diintersepsi.
Asal mula flying disc bermula dari penggunaan loyang pai Frisbie oleh mahasiswa Universitas Connecticut pada 1871, yang kemudian berkembang menjadi permainan populer dan dikenal sebagai Frisbee. Seiring waktu, alat berbahan plastik komersial muncul, mempercepat transformasi dari permainan rekreasi menjadi olahraga kompetitif. Kini, olahraga ini telah diakui secara internasional dan diatur oleh The World Flying Disc Federation (WFDF), lembaga global yang didirikan sejak 1985.
Di Indonesia, meskipun flying disc sudah dikenal sejak lama, perkembangannya masih terbatas. Komunitas pemainnya masih didominasi oleh siswa sekolah internasional, sehingga penetrasi ke berbagai daerah belum merata. Namun, dengan hadirnya cabang ini di ajang SEA Games, diharapkan dapat memicu pertumbuhan lebih pesat, menarik minat generasi muda, serta membuka peluang untuk pembinaan atlet secara sistematis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dortmund Singkirkan Frankfurt, Puncaki Klasemen Sementara
Dortmund naik ke posisi teratas klasemen Bundesliga usai menang 1-0 atas Frankfurt lewat gol Beier di menit ke-80.
25 Oktober 2026

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Keduanya memiliki peran penting: sebelum untuk energi, sesudah untuk pemulihan, dengan waktu dan jenis makanan yang sesuai untuk hasil maksimal.
24 Oktober 2026

Indonesia Torehkan Sejarah di Asian Para Games 2026
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 73 medali, melampaui target emas dan menempati posisi delapan secara keseluruhan.
24 Oktober 2026

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

