Gaji UMR Tapi Masuk Desil 10? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Pengukuran kesejahteraan melalui desil tidak didasarkan pada pendapatan langsung, melainkan berbagai indikator sosial ekonomi yang diamati secara komprehensif.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memungkinkan masyarakat untuk mengetahui posisi kesejahteraan mereka melalui sistem desil yang diakses melalui platform resmi. Banyak warga yang terkejut menemukan diri mereka berada di desil 10—kategorisasi terendah—meski penghasilan mereka sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR). Fenomena ini memicu pertanyaan publik mengenai keakuratan sistem pengukuran kesejahteraan yang digunakan.
Desil bukanlah ukuran langsung dari gaji, melainkan hasil analisis statistik yang mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah Proxy Means Test (PMT), sebuah pendekatan yang memperkirakan tingkat kesejahteraan berdasarkan variabel yang dapat diamati secara langsung. Hal ini dilakukan karena data pendapatan perorangan masih sulit dikumpulkan secara menyeluruh, terutama dari sektor informal yang tidak memiliki rekaman keuangan formal.
Indikator yang dimasukkan dalam perhitungan desil mencakup kondisi perumahan, akses air bersih, sumber energi untuk memasak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, tingkat pendidikan, pekerjaan, status kesehatan, serta keberadaan disabilitas dalam keluarga. Semua data ini dikumpulkan dari berbagai sumber administratif, termasuk DTKS, P3KE, Regsosek, dan data kependudukan dari Dirjen Dukcapil. Dengan integrasi data tersebut, sistem mampu mengelompokkan masyarakat ke dalam desil 1 hingga 10 secara objektif.
Ahli statistik menegaskan bahwa meski penggunaan pendapatan ideal sebagai acuan, data pendapatan secara langsung masih terbatas di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan berbasis pengeluaran dan aset tetap relevan sebagai alternatif yang valid. Ia juga menyarankan pemanfaatan data pajak sebagai salah satu sumber informasi pendapatan yang dapat memperkaya analisis sosial ekonomi, karena mencerminkan potensi penghasilan individu secara realistis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

