Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

GATF 2026 Dorong Mobilitas Wisatawan Nusantara

Pameran pariwisata Garuda Indonesia 2026 digelar untuk memperkuat pergerakan wisatawan dalam negeri dan memperluas akses ke destinasi lokal melalui konektivitas serta paket terintegrasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 11.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
GATF 2026 Dorong Mobilitas Wisatawan Nusantara
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pariwisata kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas pergerakan wisatawan nusantara melalui penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center, menjadi platform strategis untuk memperkenalkan beragam destinasi di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya adalah membangkitkan minat masyarakat untuk menjelajah tanah air melalui pilihan perjalanan yang terjangkau, aman, dan beragam.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada semester pertama 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi indikator positif atas meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri. Peningkatan mobilitas ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi sektor ekonomi lokal, khususnya di bidang transportasi, akomodasi, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam perhelatan tersebut, Kemenpar menyediakan stan bertema "Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja" yang menampilkan delapan pelaku industri pariwisata terpilih. Mereka adalah Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management. Melalui kemitraan ini, masyarakat diharapkan dapat menemukan paket wisata terintegrasi, tiket pesawat, dan layanan pendukung lainnya yang memudahkan perencanaan liburan di berbagai daerah.

Konektivitas menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut. Menurut Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, akses yang lancar dan terjangkau akan mendorong masyarakat lebih mudah mengunjungi destinasi yang belum banyak diketahui. Kesiapan produk wisata dan layanan yang berkualitas juga diharapkan mampu meningkatkan durasi kunjungan, loyalitas wisatawan, serta promosi secara organik melalui pengalaman nyata.

Kemenpar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan pelaku industri dalam menjaga momentum pertumbuhan ini. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia, tetapi juga menjadikan pariwisata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah tujuan wisata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya