Gelombang Protes Eropa Meningkat Akibat Tekanan Biaya Hidup
Aksi protes massal melanda lima negara Eropa akibat tekanan ekonomi, dengan kerusuhan, pembakaran, dan penangkapan massa melanda sejumlah kota utama.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 114x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pertengahan Oktober 2023 menjadi titik puncak ketegangan sosial di sejumlah negara Eropa, ketika demonstrasi besar-besaran melanda Prancis, Albania, Italia, Portugal, dan Belgia. Aksi yang dimulai dari keluhan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan tingginya biaya perumahan kini menyebar ke isu layanan publik dan kualitas pendidikan. Kekerasan mulai muncul dalam bentuk pembakaran kendaraan, penjarahan toko, dan penyerangan terhadap fasilitas umum, terutama di kota-kota besar seperti Paris, Lyon, dan Limoges.
Di Prancis, situasi memburuk pada malam hari saat aksi damai berubah menjadi kerusuhan. Petugas keamanan melaporkan sekitar 150 personel terluka akibat serangan dari massa, sementara otoritas menangkap sedikitnya 1.200 orang. Polisi antihuru-hara dikerahkan dengan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk menekan kerumunan, namun kekerasan juga terjadi dalam proses penangkapan, menimbulkan kekhawatiran atas pelanggaran hak asasi manusia.
Di Lyon, kantor pariwisata yang bersejarah dilalap api, menyebabkan sebagian atap bangunan runtuh. Wali Kota Gregory Doucet menyatakan kejadian tersebut sebagai tragedi nasional karena bangunan tersebut merupakan simbol budaya dan ekonomi kota. Di Saint-Etienne, seorang pemuda dilaporkan kehilangan tangan akibat ledakan benda yang diduga merupakan bahan peledak, menambah kekhawatiran akan adanya ancaman keamanan yang lebih besar dari demonstran.
Pemerintah Prancis menanggapi dengan menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi dan sosial, terutama dalam upaya menangani kenaikan harga energi dan bahan pangan. Namun, masyarakat tetap menuntut respons lebih cepat dan konkret, menyebut aksi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Protes yang meluas di lima negara ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi ekonomi domestik dan stabilitas politik. Kekerasan dan kerusakan infrastruktur menunjukkan eskalasi yang signifikan, namun tetap menjadi cerminan dari ketidakpuasan luas terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak responsif terhadap kesejahteraan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

