Gempa 7,1 SR Rusak Jepang, 13 Tewas Termasuk Pekerja Vietnam
Gempa kuat 7,1 SR di Kumamoto menewaskan 13 orang, termasuk pekerja asal Vietnam, dengan 33 luka dan tujuh orang hilang, sementara infrastruktur rusak parah dan listrik padam untuk puluhan ribu rumah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter yang mengguncang prefektur Kumamoto di Jepang menyebabkan 13 korban tewas, termasuk seorang pekerja asal Vietnam yang terjebak di bawah crane pabrik yang runtuh. Peristiwa ini terjadi pada Selasa 28 Juli 2026 pukul 16.27 waktu setempat, dengan kedalaman 10 kilometer, menurut data Badan Survei Geologi AS (USGS). Gempa tersebut mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik Jepang, tingkat tertinggi yang pernah dicatat sejak gempa Noto tahun 2024.
Dampak gempa terasa luas, meliputi runtuhnya bangunan, kebakaran rumah, hancurnya menara baja, dan kerusakan jembatan. Sebanyak 48.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik, sementara jalur kereta cepat Kyushu Shinkansen tetap ditangguhkan hingga Rabu. Layanan trem di kota Kumamoto diperkirakan kembali beroperasi dengan kecepatan terbatas, namun dapat segera dihentikan jika terjadi gempa susulan.
Di pabrik kertas Yatsushiro, 11 pekerja terjebak akibat runtuhnya struktur. Empat di antaranya berhasil diselamatkan, termasuk dua yang ditemukan dalam kondisi henti jantung dan dua lainnya mengalami cedera serius. Sementara itu, tujuh peserta magang teknis asal Vietnam yang bekerja di lokasi yang sama berhasil dievakuasi dengan selamat. Satu warga Vietnam lainnya terluka akibat runtuhnya dinding rumah di Kota Uki, tempat tinggalnya.
Badan Manajemen Tenaga Kerja Kedutaan Besar Vietnam di Jepang melaporkan satu korban tewas dan satu lainnya luka ringan dari komunitas pekerja asing. Hingga Rabu pagi, tujuh orang masih dalam status hilang, dengan operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di lokasi-lokasi yang terdampak parah. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat Jepang berada di zona rawan gempa aktif di sepanjang Cincin Api Pasifik, yang menyumbang sekitar 20 persen gempa besar global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026

Arab Saudi Kembali Buka Bandara Internasional Riyadh Setelah Serangan Drone
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali beroperasi untuk penerbangan domestik dan internasional, meski masih terus menghadapi ancaman serangan drone dan rudal dari milisi Houthi di Yaman.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Tiga Tersangka Narkoba Diamankan di Tambora
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.23 WITA

Gubernur Sumut Larang Vape di Lingkungan ASN, Dukungan dari Anggota DPR
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Presiden Tinjau Progres Pendidikan Kepemimpinan di URI
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dewa United Evaluasi Kekalahan dari Arema FC
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.21 WITA

