Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gempa 7,1 SR Rusak Jepang, 13 Tewas Termasuk Pekerja Vietnam

Gempa kuat 7,1 SR di Kumamoto menewaskan 13 orang, termasuk pekerja asal Vietnam, dengan 33 luka dan tujuh orang hilang, sementara infrastruktur rusak parah dan listrik padam untuk puluhan ribu rumah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Gempa 7,1 SR Rusak Jepang, 13 Tewas Termasuk Pekerja Vietnam📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter yang mengguncang prefektur Kumamoto di Jepang menyebabkan 13 korban tewas, termasuk seorang pekerja asal Vietnam yang terjebak di bawah crane pabrik yang runtuh. Peristiwa ini terjadi pada Selasa 28 Juli 2026 pukul 16.27 waktu setempat, dengan kedalaman 10 kilometer, menurut data Badan Survei Geologi AS (USGS). Gempa tersebut mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik Jepang, tingkat tertinggi yang pernah dicatat sejak gempa Noto tahun 2024.

Dampak gempa terasa luas, meliputi runtuhnya bangunan, kebakaran rumah, hancurnya menara baja, dan kerusakan jembatan. Sebanyak 48.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik, sementara jalur kereta cepat Kyushu Shinkansen tetap ditangguhkan hingga Rabu. Layanan trem di kota Kumamoto diperkirakan kembali beroperasi dengan kecepatan terbatas, namun dapat segera dihentikan jika terjadi gempa susulan.

Di pabrik kertas Yatsushiro, 11 pekerja terjebak akibat runtuhnya struktur. Empat di antaranya berhasil diselamatkan, termasuk dua yang ditemukan dalam kondisi henti jantung dan dua lainnya mengalami cedera serius. Sementara itu, tujuh peserta magang teknis asal Vietnam yang bekerja di lokasi yang sama berhasil dievakuasi dengan selamat. Satu warga Vietnam lainnya terluka akibat runtuhnya dinding rumah di Kota Uki, tempat tinggalnya.

Badan Manajemen Tenaga Kerja Kedutaan Besar Vietnam di Jepang melaporkan satu korban tewas dan satu lainnya luka ringan dari komunitas pekerja asing. Hingga Rabu pagi, tujuh orang masih dalam status hilang, dengan operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di lokasi-lokasi yang terdampak parah. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat Jepang berada di zona rawan gempa aktif di sepanjang Cincin Api Pasifik, yang menyumbang sekitar 20 persen gempa besar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya