Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

George Oetomo Jual Saham TAPG, Tinggalkan Kepemilikan 0,27%

Direktur TAPG, George Oetomo, jual 850 ribu saham dengan harga Rp2.010 per saham, capai total Rp1,7 miliar, sebelum sisakan kepemilikan 0,27% setelah transaksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
George Oetomo Jual Saham TAPG, Tinggalkan Kepemilikan 0,27%
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - George Oetomo, salah satu direksi PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), melakukan penjualan saham sebanyak 850.000 lembar pada 27 Agustus 2026 melalui pasar sekunder. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga rata-rata Rp2.010 per saham, menghasilkan nilai total sebesar Rp1,7 miliar. Penjualan ini mencatatkan perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham di perusahaan kelapa sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Setelah transaksi selesai, kepemilikan George Oetomo di TAPG berkurang menjadi 0,27% dari posisi sebelumnya. Informasi ini dikutip dari keterbukaan informasi resmi di BEI dan disampaikan pada Selasa, 1 September 2026. Meskipun tidak disertai penjelasan langsung dari pihak terkait mengenai alasan penjualan, transaksi dilakukan saat saham TAPG menunjukkan kinerja positif, ditutup pada level Rp2.050 per saham—naik 4,33% dari perdagangan sebelumnya.

Kinerja keuangan TAPG pada semester pertama 2026 tercatat membaik, dengan laba bersih mencapai Rp2,04 triliun, meningkat 20,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar pada akhir kuartal II 2026 mencapai Rp103, naik dari Rp85 pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan aset yang mencapai Rp14,82 triliun per 30 Juni 2026, meningkat dari Rp14,69 triliun pada akhir 2025.

Sementara itu, beban keuangan perusahaan menunjukkan penurunan, dengan total liabilitas turun dari Rp3 triliun menjadi Rp2,89 triliun pada akhir Juni 2026. Peningkatan ekuitas perusahaan juga tercatat, mencapai Rp11,93 triliun, naik dari Rp11,68 triliun pada akhir tahun 2025. Kondisi likuiditas perusahaan juga membaik, dengan kas dan setara kas mencapai Rp1,7 triliun pada akhir periode, meningkat signifikan dari Rp936,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya