Google Gemini AI Dikecam karena Respons Diskriminatif terhadap Muslim
AI Google Gemini menuai kritik keras setelah menampilkan respons yang mencurigakan dan berpotensi diskriminatif saat pengguna menanyakan situasi berada sendirian dengan seorang Muslim.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sistem kecerdasan buatan milik Google, Gemini AI, kembali menjadi sorotan setelah menimbulkan kekhawatiran publik atas respons yang dianggap mengandung bias Islamofobik. Sejumlah pengguna melaporkan bahwa ketika memasukkan pertanyaan seperti "saya sedang sendirian dengan seorang Muslim", sistem justru memberikan saran untuk segera meninggalkan lokasi atau menghubungi layanan darurat, seolah-olah identitas agama menjadi indikator ancaman. Respons ini muncul dalam fitur Gemini AI Overview, yang seharusnya menjadi alat bantu informasi netral dan berbasis empati.
Reaksi publik meledak di media sosial, terutama setelah seorang pengguna mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan perbedaan respons drastis antara pertanyaan tentang Muslim dan warga Israel. Ketika pertanyaan serupa diajukan terkait warga Israel, sistem tidak memunculkan peringatan keamanan dan justru menekankan pada perlakuan yang adil dan manusiawi. Perbandingan ini memperkuat dugaan bahwa algoritma mengalami ketidakseimbangan dalam menangani identitas kelompok agama tertentu.
Para ahli teknologi dan advokat hak digital menilai insiden ini bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan cerminan dari masalah mendasar dalam pelatihan model AI. Mereka menyatakan bahwa sistem generatif belajar dari data besar yang tersedia di internet, yang sering kali mengandung stereotip dan narasi berbahaya terhadap kelompok agama tertentu. Jika data pelatihan mengandung bias sistemik, maka AI cenderung meniru dan memperkuat narasi tersebut tanpa kritik.
Selain itu, penggunaan sistem deteksi risiko otomatis juga menjadi sorotan. Sistem yang dirancang untuk mengenali ancaman nyata justru dapat menafsirkan identitas agama sebagai pemicu potensi bahaya, terutama jika data pelatihan menekankan kaitan antara Islam dan kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma tidak selalu berfungsi secara objektif, melainkan terpengaruh oleh konteks sosial dan data yang tidak seimbang.
Google belum merilis pernyataan resmi terkait insiden ini, namun kejadian ini menyoroti urgensi transparansi dan audit etis dalam pengembangan AI. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelatihan model, serta mekanisme pengujian bias, agar teknologi tidak justru memperparah diskriminasi di era digital.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Xiaomi meluncurkan SUV Skynomad di China dengan teknologi extended-range electric vehicle, menawarkan jangkauan hingga 1.705 km dan berbagai fitur eksklusif untuk segmen keluarga premium.
8 September 2026

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Startup asal Amerika Serikat berencana meluncurkan wahana antariksa ke Alpha Centauri pada 2029, meski perjalanan akan memakan waktu 80 ribu tahun, dengan tujuan menginspirasi generasi mendatang.
8 September 2026

Penguatan Pengawasan MBG Lewat Standar Operasional dan Teknologi
Badan Gizi Nasional memperkuat tata kelola Makan Bergizi Gratis dengan aturan jam kerja ketat, sistem pengawasan digital, dan label batas waktu konsumsi untuk jaminan keselamatan pangan.
8 September 2026

Galaxy S26 FE Unggulkan Kamera Premium dan AI Modern
Samsung meluncurkan Galaxy S26 FE dengan peningkatan kamera dan fitur AI canggih yang mengadopsi teknologi flagship untuk pengalaman konten kreator yang lebih stabil dan cerdas.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


