Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur Jateng Salurkan Beasiswa untuk 482 Santri dan Mahasantri

Pemprov Jawa Tengah menyalurkan beasiswa Rp1 juta per semester kepada 424 mahasantri dan 58 santri penggerak sebagai bagian dari program Pesantren Obah menjelang Hari Santri Nasional 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 4 orang membaca· 1 hari ini · 118x dibuka
Gubernur Jateng Salurkan Beasiswa untuk 482 Santri dan Mahasantri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi menyerahkan beasiswa kepada 482 santri dan mahasantri di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, dalam acara yang digelar menyambut peringatan Hari Santri Nasional tahun depan. Penyaluran dana tersebut merupakan realisasi dari program Pesantren Obah, kolaborasi antara Pemprov Jateng dengan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang bertujuan memperkuat pendidikan berbasis pesantren melalui dukungan finansial dan penguatan akademik.

Beasiswa diberikan kepada mahasantri yang menempuh studi di Ma'had Aly dan santri penggerak yang aktif tinggal dan belajar di pesantren. Luthfi menekankan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal, tradisi keilmuan, serta menjaga integritas moral generasi muda. Ia menilai bahwa mahasantri bukan hanya penerus ilmu agama, tetapi juga garda terdepan dalam memperkuat keutuhan bangsa dari ancaman degradasi akhlak dan nilai sosial.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan keuangan, tetapi juga mendorong kolaborasi antara mahasiswa perguruan tinggi umum dan mahasantri Ma'had Aly. Salah satu inisiatif yang sedang disiapkan adalah penggabungan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampus umum dengan KKN mahasantri, agar terjadi pertukaran ide, pengalaman, dan pemahaman tentang kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penerima beasiswa dinilai berdasarkan kriteria akademik dan kondisi ekonomi. Sejumlah mahasiswa yang sebelumnya kesulitan membiayai studi mengaku terbantu secara signifikan. Alaika Hilma, mahasiswi Ma'had Aly Yanbu'ul Qur'an Kudus, menyebut beasiswa membantu membebaskan beban pembayaran Uang Kuliah Tunggal, sehingga ia bisa fokus belajar tanpa harus bekerja paruh waktu. Dari 13 penerima di lembaganya, semua terpilih berdasarkan proses seleksi yang transparan dan didukung oleh pihak pesantren.

Silvi Dyah Oktaviani, mahasiswa UIN Sunan Kudus yang tinggal di Pondok Pesantren Bustanul Furqon Asy-Syafi'iyyah, menyampaikan bahwa program Santri Penggerak menjadi bentuk dukungan nyata terhadap mahasiswa yang menempuh pendidikan sambil menjalani kehidupan pesantren. Ia mengaku lebih termotivasi belajar karena beasiswa membantu menyeimbangkan kebutuhan hidup dan biaya kuliah. Bantuan senilai Rp1 juta per semester ini diharapkan dapat menopang studi selama enam semester, memperkuat komitmen akademik, dan memperluas kontribusi santri terhadap masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya