Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur Soroti Kecelakaan Berulang di Koridor 9 Transjakarta

Gubernur DKI Jakarta menekankan perlunya tindakan tegas terhadap truk yang memotong jalur busway di Koridor 9 setelah insiden berulang menimbulkan kemacetan dan gangguan operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Gubernur Soroti Kecelakaan Berulang di Koridor 9 Transjakarta📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta menyampaikan perhatian serius terhadap persistensi insiden lalu lintas yang melibatkan truk di koridor utama Transjakarta, khususnya di jalur yang menghubungkan Pinang Ranti hingga Pluit. Ia menegaskan bahwa pelanggaran pengemudi truk yang memotong jalur busway menjadi pemicu utama kejadian berulang, termasuk benturan dengan fasilitas seperti JPO dan pembatas jalan. Insiden terbaru, yang terjadi pada Rabu (21/10), melibatkan truk yang menabrak MCB di dekat Halte Kemanggisan, menyebabkan penumpukan kendaraan dan keterlambatan operasional bus.

Pramono Anung mengungkapkan telah menerima laporan berkala mengenai kerawanan di Koridor 9 dan memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah preventif. Ia menekankan pentingnya penegakan aturan terhadap kendaraan berat yang melanggar jalur khusus, terutama saat muatan melebihi batas. Upaya ini, menurutnya, harus dilakukan secara konsisten agar tidak hanya menjadi kebiasaan tetapi juga mengurangi risiko terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Dalam pernyataannya, Gubernur menyoroti perlunya sinergi antara Dinas Perhubungan dan Korlantas untuk menangani persoalan lintas sektor. Ia menyatakan bahwa penanganan masalah lalu lintas di koridor ini bukan tanggung jawab tunggal, melainkan hasil kolaborasi sistemik antarinstansi. Tindakan tegas, termasuk penindakan hukum terhadap pelanggar, harus diterapkan secara konsisten agar efektivitas koridor tidak terus terganggu.

Respons publik terhadap insiden tersebut cukup tinggi, dengan banyak warganet yang menyampaikan kekecewaan melalui media sosial. Banyak dari mereka menyoroti pola kecelakaan yang berulang dan menganggapnya sudah menjadi kebiasaan yang mengganggu kenyamanan pengguna Transjakarta. Beberapa bahkan menyoroti kebutuhan evaluasi menyeluruh terhadap rute dan manajemen jalur untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya