Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gubernur Sumut Perintahkan Evakuasi Darurat Warga Zona Bahaya Sinabung

Gubernur Sumut perintahkan percepatan evakuasi warga Karo pasca kenaikan status Gunung Sinabung ke Siaga, dengan fokus pada zona merah dan persiapan fasilitas pengungsian maksimal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Gubernur Sumut Perintahkan Evakuasi Darurat Warga Zona Bahaya Sinabung📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan perlunya aksi cepat dalam menyelamatkan warga di wilayah rawan erupsi Gunung Sinabung setelah statusnya naik dari Waspada ke Siaga. Instruksi tersebut disampaikan usai memimpin rapat koordinasi darurat bersama forum koordinasi pimpinan daerah di Pos Pengamatan Sinabung, Kabupaten Karo. Ia menekankan bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menetapkan zona bahaya baru dengan jarak tiga kilometer dari kawah utama, serta enam kilometer di sektor timur dan selatan. Gubernur meminta pemerintah daerah segera menyosialisasikan perubahan zona tersebut dan menyiapkan mekanisme evakuasi tegas, termasuk penanganan paksa jika diperlukan demi keselamatan warga.

Evakuasi difokuskan pada Desa Kuta Tengah yang dikelilingi zona merah, dengan rencana penanganan sekitar 684 jiwa dari 140 kepala keluarga. Hingga siang hari, lebih dari 260 warga telah dipindahkan secara bertahap ke lokasi pengungsian di Gedung Korpri dan Desa Suka Nalu. Pemerintah Kabupaten Karo juga menyiapkan armada antar-jemput untuk memastikan warga tetap terlindungi meski masih beraktivitas di lahan pertanian.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, menjelaskan bahwa data seismik dan visual menunjukkan adanya pergerakan magma mendekati permukaan, ditandai dengan munculnya hotspot malam hari. Jika tekanan magma terus meningkat dan kubah lava lama terbongkar, risiko erupsi besar seperti tahun 2019 dan 2020 perlu dipersiapkan secara serius.

Untuk mendukung penanganan darurat, Pemprov Sumut menyiapkan logistik, peralatan evakuasi, dan operasional personel lapangan. Selain itu, sebanyak 843 personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan dikerahkan di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo. Beberapa sekolah di radius enam kilometer, termasuk SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati, dan SMP Negeri 1 Atap Payung, telah diliburkan sementara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya