Gus Ipul Tekankan Pencegahan Kekerasan di Sekolah Rakyat Ngawi
Menteri Sosial menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan bebas radikalisme saat dialog dengan siswa dan orang tua di SRT Ngawi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.16 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, intoleransi, dan radikalisme saat melakukan kunjungan dialog dengan siswa dan orang tua di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi. Kunjungan tersebut dilakukan di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, dan menjadi bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program sekolah rakyat yang strategis nasional. Ia mengingatkan semua pihak untuk menjaga keutuhan dan kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Bangunan SRT Ngawi 1 dibangun di atas tanah milik Pemkab Ngawi atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan konstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Operasional sekolah sendiri ditangani langsung oleh Kementerian Sosial RI. Gedung permanen ini direncanakan mampu menampung hingga seribu siswa, dengan jenjang pendidikan mencakup SD, SMP, hingga SMA. Siswa yang diterima berasal dari keluarga miskin yang teridentifikasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama dari kelompok desil 1 dan 2.
Gus Ipul menekankan pentingnya pengelolaan sekolah secara holistik, di mana sekolah rakyat bukan hanya tempat belajar formal, tetapi juga wahana pembentukan karakter. Kepala sekolah dituntut bertanggung jawab penuh atas pendidikan dan pembinaan siswa selama 24 jam. Saat ini, posisi kepala sekolah dan tenaga pendidik masih dalam tahap seleksi, dengan target penyelesaian pada awal Oktober. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk aktif dalam pengawasan dan dukungan terhadap operasional sekolah.
Secara nasional, sudah terdapat 182 titik sekolah rakyat yang beroperasi di berbagai wilayah dari Sabang hingga Merauke, dengan 93 di antaranya telah memiliki gedung permanen. Sisanya masih menggunakan fasilitas sementara sambil menunggu pembangunan tahap berikutnya. Pemerintah menargetkan pembangunan tambahan 100 titik sekolah rakyat, sehingga setiap kabupaten/kota memiliki satu gedung permanen. Dengan kapasitas penuh, program ini berpotensi menampung lebih dari 500 ribu siswa dalam beberapa tahun ke depan.
Tujuan utama program ini adalah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan harapan mampu memutus rantai kemiskinan secara struktural. Gus Ipul menegaskan bahwa sekolah rakyat menjadi wadah untuk mencetak generasi emas yang berpendidikan tinggi, berakhlak mulia, dan siap mendukung pembangunan nasional. Kunjungan tersebut juga dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono serta jajaran forkopimda setempat sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dan pusat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sidang kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Pengadilan Tipikor mengungkap aliran dana dan alokasi kuota yang diduga melanggar aturan, dengan terdakwa Yaqut Cholil Qoumas dan empat pihak lainnya disebut merugikan negara hingga Rp622 miliar.
19 September 2026
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Seorang warga Minnesota divonis satu tahun dua bulan penjara karena menyemprotkan cuka ke anggota DPR AS Ilhan Omar saat pidato, dengan alasan ketidaksetujuan terhadap pandangan politiknya.
19 September 2026

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Seorang remaja perempuan asal Gansu diselamatkan setelah dibawa kabur orang tuanya untuk dipaksa menikah, mengungkap sistem kekerasan gender yang masih merajalela di China.
19 September 2026

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Insiden penembakan di SMA Nasional Banga, Cotabato Selatan, menewaskan tiga remaja dan melukai lima lainnya, dengan pelaku diduga tewas bunuh diri setelah melakukan aksi.
19 September 2026
Berita Lainnya

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

Sinergi Kemenko PM dan RRI Dorong UMKM Bangkit Melalui Pasar Rakyat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

Hanwha Life Perkuat Fondasi Bisnis untuk Tumbuh Berkelanjutan
Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA

Pemerintah Lampung Alihkan KBM Tatap Muka ke Daring Akibat Abu Vulkanik
Sabtu, 19 September 2026, 23.23 WITA

