Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gus Ipul Tekankan Pencegahan Kekerasan di Sekolah Rakyat Ngawi

Menteri Sosial menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan bebas radikalisme saat dialog dengan siswa dan orang tua di SRT Ngawi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 23.16 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Gus Ipul Tekankan Pencegahan Kekerasan di Sekolah Rakyat Ngawi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, intoleransi, dan radikalisme saat melakukan kunjungan dialog dengan siswa dan orang tua di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi. Kunjungan tersebut dilakukan di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, dan menjadi bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program sekolah rakyat yang strategis nasional. Ia mengingatkan semua pihak untuk menjaga keutuhan dan kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Bangunan SRT Ngawi 1 dibangun di atas tanah milik Pemkab Ngawi atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan konstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Operasional sekolah sendiri ditangani langsung oleh Kementerian Sosial RI. Gedung permanen ini direncanakan mampu menampung hingga seribu siswa, dengan jenjang pendidikan mencakup SD, SMP, hingga SMA. Siswa yang diterima berasal dari keluarga miskin yang teridentifikasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama dari kelompok desil 1 dan 2.

Gus Ipul menekankan pentingnya pengelolaan sekolah secara holistik, di mana sekolah rakyat bukan hanya tempat belajar formal, tetapi juga wahana pembentukan karakter. Kepala sekolah dituntut bertanggung jawab penuh atas pendidikan dan pembinaan siswa selama 24 jam. Saat ini, posisi kepala sekolah dan tenaga pendidik masih dalam tahap seleksi, dengan target penyelesaian pada awal Oktober. Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk aktif dalam pengawasan dan dukungan terhadap operasional sekolah.

Secara nasional, sudah terdapat 182 titik sekolah rakyat yang beroperasi di berbagai wilayah dari Sabang hingga Merauke, dengan 93 di antaranya telah memiliki gedung permanen. Sisanya masih menggunakan fasilitas sementara sambil menunggu pembangunan tahap berikutnya. Pemerintah menargetkan pembangunan tambahan 100 titik sekolah rakyat, sehingga setiap kabupaten/kota memiliki satu gedung permanen. Dengan kapasitas penuh, program ini berpotensi menampung lebih dari 500 ribu siswa dalam beberapa tahun ke depan.

Tujuan utama program ini adalah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan harapan mampu memutus rantai kemiskinan secara struktural. Gus Ipul menegaskan bahwa sekolah rakyat menjadi wadah untuk mencetak generasi emas yang berpendidikan tinggi, berakhlak mulia, dan siap mendukung pembangunan nasional. Kunjungan tersebut juga dihadiri Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono serta jajaran forkopimda setempat sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dan pusat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya